Tanggapi Soal Iran - Israel, Buya Yahya Sebut Perbedaan Mazhab Bukan Penghalang Dukung Palestina

Buya Yahya menegaskan bahwa dukungan terhadap perjuangan Palestina tidak seharusnya dikaburkan oleh perbedaan akidah, seperti dalam kasus Iran yang dikenal menganut Syiah. 

Tanggapi Soal Iran - Israel, Buya Yahya Sebut Perbedaan Mazhab Bukan Penghalang Dukung Palestina

INILAHKORAN - Ulama terkemuka Buya Yahya menegaskan bahwa dukungan terhadap perjuangan Palestina tidak seharusnya dikaburkan oleh perbedaan akidah, seperti dalam kasus Iran yang dikenal menganut Syiah. 

Meskipun keyakinan Syiah kerap dianggap menyimpang dari ajaran Islam mainstream, menurut Buya Yahya, hal itu tidak sepatutnya menjadi penghalang untuk mendukung upaya Iran dalam melawan penjajahan Israel.

“Ini bukan soal keyakinan. Saat ini bukan waktunya memperdebatkan akidah, karena kita sudah terlambat untuk bersatu menghadapi musuh bersama: Israel, yang telah menodai nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Buya Yahya dalam ceramah yang disiarkan melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Buya Yahya menekankan bahwa konflik antara Iran dan Israel tidak semata-mata soal agama, tetapi juga bentuk perlawanan terhadap penindasan terhadap rakyat Palestina. 

Siapapun pihak yang berdiri membela kemerdekaan Palestina, layak didukung, tanpa melihat latar belakang agama atau keyakinan.

“Dukungan terhadap Palestina bahkan datang dari kalangan non-Muslim. Ini bukan lagi sekadar urusan umat Islam, tapi urusan seluruh umat manusia yang memiliki nurani,” tegasnya.

Hingga pertengahan 2025, agresi militer Israel ke wilayah Gaza telah menewaskan lebih dari 55 ribu warga Palestina sejak Oktober 2023. 

Kekejaman yang dilakukan terhadap rakyat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, telah mengundang reaksi dunia, termasuk dari Iran yang melancarkan serangan balasan.

Meski tidak semua pihak bisa terjun langsung ke medan perang, Buya Yahya mengingatkan pentingnya memiliki niat dan sikap membela kebenaran.

“Kita tidak selalu bisa berperang, tapi kita bisa menunjukkan sikap bahwa kezaliman seperti yang dilakukan Israel harus dihentikan. Dunia harus belajar dari ini,” ucapnya.

Buya Yahya juga menyayangkan munculnya sikap sinis terhadap mereka yang menunjukkan solidaritas kepada Palestina. Ia menilai, mencemooh orang-orang yang membela Palestina justru menunjukkan hilangnya rasa empati dan hati nurani.

“Yang aneh, sekarang justru ada yang meremehkan mereka yang membela Palestina, bahkan jadi bahan candaan. Hati-hati, itu tanda tidak punya perasaan,” katanya dengan nada prihatin.

Ia mengingatkan, penderitaan rakyat Palestina telah menyatukan dunia tanpa memandang agama atau ras. Maka, perbedaan keyakinan seharusnya tidak menjadi penghalang untuk bersatu membela keadilan.

“Kalau kita orang beriman, tentu kita bergerak karena Allah SWT. Tapi minimal, sebagai manusia, kita wajib peduli karena ini soal kemanusiaan,” tutup Buya Yahya.


Editor : Firda Rachmawati