Misi PBB Sebut AS Kemungkinan Lakukan Kejahatan Perang dalam Serangan ke Iran

Misi Pencari Fakta PBB menyebut AS kemungkinan melakukan kejahatan perang dalam dua serangan awal terhadap Iran pada Februari.

Misi PBB Sebut AS Kemungkinan Lakukan Kejahatan Perang dalam Serangan ke Iran
Ilustrasi

INILAHKORAN.ID– Misi Pencari Fakta Internasional Independen Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB untuk Iran menyimpulkan bahwa Amerika Serikat kemungkinan melakukan kejahatan perang dalam dua serangan awal terhadap Iran pada Februari.

Kesimpulan tersebut tercantum dalam laporan yang dirilis pada Kamis. Misi menyatakan terdapat alasan yang masuk akal untuk meyakini bahwa serangan tersebut merupakan serangan tanpa pandang bulu yang berdampak terhadap warga sipil dan objek sipil.

Serangan pertama terjadi pada 28 Februari ketika Amerika Serikat memulai serangan militernya terhadap Iran. Salah satu sasaran yang terkena serangan berada di sebuah sekolah di Distrik Minab, Iran selatan.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 170 orang, sebagian besar di antaranya anak-anak. Pemerintah Iran menyatakan serangan dilakukan menggunakan rudal Tomahawk.

"Berdasarkan bukti yang tersedia, yang tidak mencakup tanggapan AS atas permintaan informasi dari Misi maupun pengungkapan penuh dan terbuka hasil penyelidikan internal AS, Misi menemukan alasan yang masuk akal untuk meyakini bahwa AS melakukan kejahatan perang berupa serangan tanpa pandang bulu," demikian isi laporan tersebut.

Menurut misi pencari fakta, serangan itu mengakibatkan kematian atau cedera terhadap warga sipil serta kerusakan pada objek sipil.

Serangan di Lamerd

Kesimpulan serupa disampaikan terkait serangkaian serangan udara terhadap kompleks olahraga dan kawasan permukiman di Lamerd.

Serangan tersebut dilakukan menggunakan rudal Precision Strike Missile (PrSM). Berdasarkan laporan misi, dua serangan di Lamerd menewaskan 178 orang, termasuk 120 anak-anak.

Misi pencari fakta menilai temuan tersebut berdasarkan bukti yang tersedia. Misi juga mencatat bahwa penilaiannya tidak mencakup tanggapan dari pemerintah Amerika Serikat terhadap permintaan informasi maupun hasil penyelidikan internal AS yang dibuka secara penuh dan transparan.

PBB Desak AS dan Iran Hentikan Pelanggaran

Dalam pernyataan terpisah, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) mendesak Amerika Serikat dan Iran menghentikan pelanggaran serta dugaan kejahatan terhadap hak asasi manusia.

OHCHR juga meminta kedua negara memberikan jaminan agar pelanggaran serupa tidak kembali terjadi.

Selain itu, OHCHR menyerukan adanya pemulihan bagi para korban, termasuk kompensasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Misi Pencari Fakta Internasional Independen untuk Iran sendiri merupakan mekanisme yang dibentuk Dewan HAM PBB untuk mendokumentasikan, memverifikasi, dan melestarikan bukti terkait dugaan pelanggaran HAM di Iran. Mandat misi tersebut telah diperpanjang oleh Dewan HAM PBB.

Laporan terbaru tersebut menambah sorotan internasional terhadap dampak serangan militer terhadap warga sipil dalam konflik Amerika Serikat dan Iran.***


Editor : JakaPermana