Iran Ancam Serang Pangkalan dan Fasilitas AS di Timur Tengah Jika Diserang Lagi
Iran mengancam akan menyerang pangkalan dan fasilitas AS di Timur Tengah jika Washington kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Iran mengancam akan menyerang pangkalan militer dan fasilitas Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah jika Washington kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
Ancaman tersebut disampaikan Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran Khatam Al-Anbiya dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi nasional Iran, IRIB, pada Minggu (20/9).
"Jika AS membuat kesalahan lagi terhadap Iran, maka semua pangkalan dan kepentingan negara tersebut di kawasan ini akan menjadi sasaran serangan yang terus-menerus dan menyakitkan tanpa batasan atau keraguan sedikit pun," demikian pernyataan Khatam Al-Anbiya.
Khatam Al-Anbiya juga memperingatkan negara-negara di Timur Tengah yang disebut memutuskan untuk terlibat dalam serangan AS terhadap Iran.
Badan tersebut menyatakan Iran tidak akan menahan diri jika negara-negara kawasan ikut terlibat dalam konflik.
Iran Klaim Ada Persiapan Operasi militer Baru
Dalam pernyataannya, Khatam Al-Anbiya juga mengklaim bahwa AS, dengan persetujuan sejumlah negara di Timur Tengah, telah menyepakati pertemuan gabungan di sebuah negara Eropa.
Menurut pihak Iran, pertemuan tersebut berkaitan dengan persiapan operasi militer baru terhadap Iran.
Klaim mengenai rencana operasi tersebut disampaikan oleh pihak Iran dan belum disertai bukti independen dalam informasi yang tersedia.
Konflik Iran-AS Kembali Memanas
Konflik antara Iran dan AS, yang juga melibatkan Israel, disebut bermula pada 28 Februari ketika serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran dibalas dengan serangan Iran ke sejumlah titik di kawasan.
Setelah berbulan-bulan terjadi aksi saling serang, Iran dan AS pada pertengahan Juni disebut sepakat menandatangani memorandum untuk menghentikan permusuhan.
Namun, ketegangan kembali meningkat tidak lama setelah kesepakatan tersebut.
Hingga kini, belum terlihat penyelesaian permanen terhadap konflik tersebut. Permusuhan dan serangan masih dilaporkan berlangsung secara sporadis.
Di tengah situasi tersebut, AS juga meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran sebagai bagian dari upaya menekan Teheran untuk mengakhiri konflik.
Tekanan tersebut menambah kompleksitas situasi di kawasan Timur Tengah yang masih menghadapi ketegangan militer dan politik.***
Editor : JakaPermana

