Trump Hadapi Keputusan Besar soal Konflik Iran, Pertimbangkan Serangan Skala Besar

Donald Trump mengatakan menghadapi keputusan besar terkait konflik Iran, termasuk kemungkinan kembali menjalankan operasi militer skala besar.

Trump Hadapi Keputusan Besar soal Konflik Iran, Pertimbangkan Serangan Skala Besar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya menghadapi keputusan besar terkait langkah Washington selanjutnya dalam konflik dengan Iran, di tengah upaya diplomatik yang belum menghasilkan penyelesaian.

INILAHKORAN.ID– Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya menghadapi keputusan besar terkait langkah Washington selanjutnya dalam konflik dengan Iran, di tengah upaya diplomatik yang belum menghasilkan penyelesaian.

Dalam wawancara dengan Axios, Trump mengatakan ia sedang mempertimbangkan apakah akan kembali menjalankan operasi militer berskala besar terhadap Iran atau mengambil pilihan lain.

"Saya akan menghadapi keputusan besar. Apakah saya ingin masuk dan memusnahkan mereka (Iran), atau tidak? Ini keputusan besar," kata Trump kepada Axios.

"Segalanya bisa terjadi dengan saya," tambahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Trump bersiap bertemu dengan para pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Oman di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Pertemuan tersebut dijadwalkan membahas langkah selanjutnya dalam konflik Iran serta strategi Amerika Serikat setelah perang. Menurut Axios, pemerintahan Trump juga tengah menyusun strategi pascaperang yang mencakup upaya membatasi pengaruh Iran dan mendorong normalisasi hubungan Israel dengan negara-negara di kawasan.

Trump sebelumnya menyampaikan kemungkinan perang berakhir setelah pemilu paruh waktu Kongres Amerika Serikat pada 3 November. Namun, pada Minggu, ia mengatakan perdamaian masih mungkin tercapai sebelum pemilu tersebut.

Konflik AS-Iran Belum Terselesaikan

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap sasaran Amerika Serikat dan Israel.

Setelah berbulan-bulan terjadi serangan, Teheran dan Washington sempat mencapai nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan pada pertengahan Juni. Namun, ketegangan kembali meningkat dan konflik belum sepenuhnya berakhir.

Dalam perkembangan terbaru, Washington juga mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Iran sebagai bagian dari strategi menghadapi Teheran.

Axios sebelumnya melaporkan bahwa strategi Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir semakin berfokus pada tekanan ekonomi, sementara upaya diplomatik melalui mediator kawasan terus berlangsung. Iran dan Oman juga membahas kerangka untuk memulihkan jalur pelayaran yang lebih aman melalui Selat Hormuz.

Negara Teluk Jadi Pertimbangan Washington

Rencana pertemuan Trump dengan enam negara Teluk menjadi perhatian karena negara-negara tersebut berada dekat dengan wilayah konflik dan memiliki kepentingan langsung terhadap keamanan energi serta jalur pelayaran.

Menurut laporan Axios, Trump ingin mendengar pandangan para pemimpin negara Teluk sebelum menentukan langkah berikutnya. Kekhawatiran mengenai kemungkinan serangan balasan Iran terhadap infrastruktur minyak dan gas di kawasan sebelumnya menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan Washington.

Dengan demikian, keputusan Trump mengenai arah konflik Iran akan berlangsung bersamaan dengan pembahasan mengenai strategi pascaperang, keamanan kawasan, dan stabilitas jalur energi internasional.

Hingga kini, belum ada keputusan final yang diumumkan mengenai apakah Amerika Serikat akan kembali melancarkan operasi militer skala besar terhadap Iran atau melanjutkan jalur diplomasi dan tekanan ekonomi.***


Editor : JakaPermana