Kasus Covid-19 Bertambah di Tujuh Kecamatan di KBB, Satgas: Meski PPKM Dicabut Masyarakat Harus Terapkan Prokes

Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta masyarakat agar tetap waspada dan menerapkan prokes meski status PPKM telah dicabut. Sebab, kini masih ada penemuan kasus Covid-19.

Kasus Covid-19 Bertambah di Tujuh Kecamatan di KBB, Satgas: Meski PPKM Dicabut Masyarakat Harus Terapkan Prokes
Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB mencatat, hingga Senin 2 Januari 2023 kasus Covid-19 masih ditemukan di tujuh kecamatan di KBB dengan penambahan paling banyak di Kecamatan Lembang sebanyak 13 kasus, Ngamprah (9), Padalarang (7), Parongpong (4), Cihampelas dan Cililin masing-masing (2), serta Batujajar (1).

INILAHKORAN, Ngamprah - Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta masyarakat agar tetap waspada dan menerapkan prokes meski status PPKM telah dicabut. Sebab, kini masih ada penemuan kasus Covid-19.

Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB mencatat, hingga Senin 2 Januari 2023 kasus Covid-19 masih ditemukan di tujuh kecamatan di KBB dengan penambahan paling banyak di Kecamatan Lembang sebanyak 13 kasus, Ngamprah (9), Padalarang (7), Parongpong (4), Cihampelas dan Cililin masing-masing (2), serta Batujajar (1).

"Kendati PPKM dicabut, kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan menjaga prokes. Karena kasus Covid-19 masih ada dan pandemi belum berakhir," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 KBB Agus Ganjar Hidayat kepada wartawan.

Menurutnya, dengan dicabutnya kebijakan PPKM bukan dalam arti masyarakat bisa lengah. Namun, masyarakat arus tetap menjaga prokes yang dianggap efektif dalam mencegah penyebaran kasus Covid-19. 

"Adanya penambahan positif sejak awal pandemi hingga kini total terkonfirmasi positif di KBB telah mencapai 29.099 kasus," tuturnya.

Ia menyebut, hingga kini status pandemi Covid-19 belum dicabut dan berubah menjadi endemi. Sementara Satgas Covid-19 dibentuk karena ada pandemi, sehingga artinya Satgas Covid-19 masih ada meski PPKM telah berakhir. 

"Untuk itu kami bakal tetap mengingatkan soal ancaman Covid-19 hingga ada keputusan dari pemerintah pusat," sebutnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Dinkes KBB, Nurul Rasyihan menyebutkan, dengan adanya penambahan 40 kasus aktif maka total terkonfirmasi sejak pandemi Covid-19 di KBB mencapai  29.559 kasus dan 310 di antaranya meninggal dunia. 

"Guna menekan melonjaknya kasus Covid-19 paka diperlukan peningkatan kekebalan imun tubuh dan mencegah paparan dari Covid-19 salah satunya dengan vaksin," ujarnya.

Ia menjelaskan, progres vaksin pertama yang sudah diberikan kepada 1.414 002 orang, yakni mencapai 87,73 persen. Kemudian, untuk vaksin dosis dua sebanyak 1.152.887 orang atau 73,16 persen.

"Dosis ketiga sebanyak 577.498 orang atau 47,78 persen dan dosis empat sebanyak 1.563 orang atay 1,26 persen," jelasnya.

"Trend kasus menurun tapi masih ada, hingga awal pekan ini saja masih ada tiga warga KBB yang mendapat penanganan medis di rumah sakit," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani