Kasus Pengancaman DJ Panda ke Erika Carlina, Data Pribadi Bocor di Grup WA Fanbase

Kasus pengancaman yang menimpa aktris sekaligus model Erika Carlina kini menjadi perhatian publik. Polda Metro Jaya telah mengungkap kronologi ancaman yang dialami Erika

Kasus Pengancaman DJ Panda ke Erika Carlina, Data Pribadi Bocor di Grup WA Fanbase

INILAHKORAN -  Kasus pengancaman yang menimpa aktris sekaligus model Erika Carlina kini menjadi perhatian publik. Polda Metro Jaya telah mengungkap kronologi ancaman yang dialami Erika, yang dilaporkan secara resmi pada Sabtu (19/7/2025) dini hari pukul 01.13 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan bahwa terduga pelaku berinisial GS diduga mengirim pesan ancaman melalui grup WhatsApp. Isi pesan tersebut mengandung niatan untuk menghancurkan karier Erika Carlina.

“Korban mengetahui adanya ancaman dari saksi berinisial B. Terlapor GS mengirimkan pesan ke dalam grup WhatsApp yang mengancam akan menghancurkan karier korban,” ujar Kombes Ade Ary.

Lebih lanjut, GS juga disebut berencana menyebarkan informasi palsu bahwa anak yang dikandung Erika bukan anaknya. 

Tak hanya itu, dalam grup WhatsApp yang diikuti ratusan orang tersebut, GS turut menyebut Erika sebagai psikopat, dan bahkan menyebarluaskan data pribadi dan foto USG kehamilan Erika.

Pihak Erika telah menyerahkan sejumlah barang bukti, termasuk dua tangkapan layar percakapan dalam grup WhatsApp, yang menunjukkan isi ancaman dan penyebaran data pribadi. Erika juga telah menjalani pemeriksaan di Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Aku datang hanya untuk melanjutkan proses hukum dan menyerahkan bukti-bukti pengancaman yang bisa membahayakan kondisi kandungan aku,” ujar Erika Carlina.

Ancaman Terjadi di Grup Fanbase DJ
Erika menjelaskan bahwa ancaman itu bermula ketika ia memilih untuk menyembunyikan kehamilannya selama sembilan bulan dari publik. Namun, ia mulai mendapat tekanan setelah munculnya ujaran kebencian dalam grup fanbase seorang DJ terkenal bernama DJ Panda, yang diikuti oleh sekitar 500 orang.

“Bentuk ancamannya macam-macam, mulai dari penggiringan opini, ujaran kebencian, pengancaman, hingga penyebaran data pribadi. Semua itu bermula dari DJ Panda,” ungkap Erika.


Editor : Firda Rachmawati