Kasus PMK Nol Kasus, Dispernakan Ungkap Datanya
Kasus PMK terhadap hewan ternak khususnya sapi di KBB mengalami penurunan positif bahkan hingga nol kasus
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kasus penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini telah melandai.
Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB mencatat, dalam sepekan terakhir sudah tidak ada lagi hewan ternak yang dilaporkan terpapar PMK atau nol kasus.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan), KBB, Wiwin Aprianti mengatakan, sekarang kasus PMK sudah tinggal recovery dari hewan ternak yang sebelumnya dilaporkan terpapar.
Baca Juga: Kemenko PMK Buka Suara Soal Bansos Presiden yang Ditimbun dalam Tanah oleh Pihak JNE
"Kalau untuk kasus baru, dalam seminggu sudah tidak ada yang terkena PMK," katanya, Rabu 3 Agustus 2022.
Ia menyebut, total hewan ternak yang sempat terpapar PMK di KBB ada sebanyak 13.801 ekor. Jumlah itu didominasi oleh sapi perah, sentara untuk domba hanya ada 27 ekor, dan sapi potong 896 ekor.
"Populasi sapi yang paling banyak terpapar ada di wilayah Lembang, Cisarua, dan Parongpong," sebutnya.
Baca Juga: Kota Bandung Lanjutkan Vaksinasi PMK Tahap Dua Sebanyak 200 Dosis
Lebih jauh ia menerangkan, sapi yang saat ini dalam proses menuju sembuh ada sebanyak 11.665 ekor. Kemudian yang mati ada 500 ekor, dipotong bersyarat 694 ekor, dan yang trading (jual beli) ada 5.364 ekor.
Sedangkan, sambung dia, ternak mati yang terpapar PMK kebanyakan adalah pedet karena terlambat penanganan.
"Semoga wabah ini tidak ada muncul lagi dan semua sapi yang sedang dalam masa recovery bisa sembuh semua," terangnya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran

