KBB Nyatakan Status Siaga Kekeringan
Usai menggelar rapat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Pemprov Jabar, Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal menerapkan siaga kekeringan di wilayan KBB. Penerapan kondisi tersebut dilakukan per 1 Agustus hingga akhir Oktober 2019.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Ngamprah - Usai menggelar rapat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Pemprov Jabar, Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal menerapkan siaga kekeringan di wilayan KBB. Penerapan kondisi tersebut dilakukan per 1 Agustus hingga akhir Oktober 2019.
Kepala Pelaksana BPBD KBB Duddy Prabowo mengatakan, ditetapkannya status siaga lantaran dampak kekeringan dan krisis air sudah dirasakan warga di sejumlah wilayah di KBB pada musim kemarau tahun ini.
"Penetapan status siaga lantaran beberapa wilayah sudah terkena dampaknya (kekeringan). Dari hasil rakor puncak musim kemarau 1 Agustus hingga 31 Oktober," katanya saat ditemui di Pemkab Bandung Barat, Jumat (26/7/2019).
Dia mengungkapkan, beberapa wilayah yang sudah terkena dampak kekeringan seperti Cipatat, Cikalong Wetan, Padalarang, Batujajar, Cipeundeuy, Cililin, dan Cisarua. Pihaknya pun sudah fokus melakukan penanganan, mulai dari ketersediaan air bersih hingga kebutuhan pertanian.
Duddy berharap ditetapkannya siaga kekeringan ini pihaknya bisa menerima informasi, yakni jika ada warga yang melaporkan soal kekeringan di wilayahnya bantuan langsung bisa dilakukan.
"Kami sudah siapkan lima unit mobil tanki yang siap dioperasikan untuk penanganan kekeringan terutama terhadap masyarakat yang membutuhan air bersih," ujarnya.
Untuk memberikan bantuan air bersih tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan PDAM Tirtaraharja, namun pihaknya masih harus melakukan pendataan untuk memastikan kebutuhan air tersebut. Lantaran bantuan diprioritaskan bagi masyarakat yang meminta terlebih dahulu berdasarkan laporan dari aparat kewilayahan. (Ahmad Sayuti)
Editor : Doni Ramdhani

