Kebakaran TPAS Galuga Meluas hingga 7,1 Hektare, Bara Masih Tersimpan
Kebakaran TPAS Galuga meluas hingga sekitar 7,1 hektare. Meski api tak terlihat, bara masih tersimpan di dalam timbunan sampah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut luas area yang terdampak Kebakaran di kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga mencapai sekitar 7,1 hektare.
“Awalnya 1,7 hektare, kemudian menjadi lima hektare. Sekarang kalau digabung dengan wilayah Kota Bogor kurang lebih 7,1 hektare,” kata Rudy di Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat.
Menurut Rudy, luas tersebut mencakup lahan di luar TPAS yang menjadi lokasi awal Kebakaran serta area pengelolaan Sampah milik Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Asap Masih Mengepul dari Timbunan Sampah
Meskipun kobaran api sudah tidak terlihat secara kasat mata, asap masih mengepul dari sejumlah gundukan Sampah. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat bara yang tersimpan di bagian dalam timbunan.
Petugas melakukan pembongkaran terhadap setiap gundukan menggunakan alat berat. Sampah yang dibongkar kemudian disemprot dan didinginkan sebelum bagian tersebut ditutup kembali.
“Kalau dilihat, apinya tidak terlihat. Namun, asap terus mengepul sedikit-sedikit dan di dalamnya ternyata masih ada bara api. Kami bongkar satu per satu lalu didinginkan,” ujar Rudy.
Rudy mengatakan api di sisi selatan yang dikelola Pemerintah Kabupaten Bogor telah padam. Namun, proses pendinginan masih dilakukan untuk memastikan bara tidak kembali memicu Kebakaran.
Sementara itu, tim gabungan Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota Bogor memusatkan penanganan di sisi utara yang masih mengeluarkan asap.
Timbunan Sampah Puluhan Tahun Jadi Kendala
Menurut Rudy, proses pemadaman menghadapi kendala karena terdapat timbunan Sampah yang telah berusia puluhan tahun dengan ketinggian lebih dari 10 meter.
Tumpukan Sampah tersebut telah mengeras dan menyerupai briket sehingga bara dapat bertahan di bagian dalam. Karena itu, petugas tidak cukup hanya menyiram permukaan timbunan.
“Ibarat bisul, harus dipecahkan satu per satu. Kalau tidak dibongkar, ditunggu satu sampai tiga hari pun apinya tidak akan mereda,” kata Rudy.
Tim gabungan menargetkan proses pembongkaran timbunan dan pendinginan dapat dituntaskan menjelang subuh.
Di tengah proses penanganan Kebakaran, armada pengangkut Sampah tetap diatur masuk secara bergiliran agar pelayanan persampahan tidak terhenti.
Kebakaran Bermula dari Lahan Pertanian
Kebakaran TPAS Galuga bermula dari lahan pertanian yang berada di sebelah kawasan TPAS pada Senin (7/9) sekitar pukul 16.00 WIB.
Api kemudian merambat hingga ke area pembuangan Sampah dan meluas ke sejumlah bagian kawasan tersebut.
Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Bogor belum mengumumkan penyebab Kebakaran. Pemerintah masih memprioritaskan keselamatan masyarakat dan penuntasan proses pemadaman.
Penyelidikan mengenai penyebab Kebakaran akan dilakukan setelah penanganan kondisi darurat selesai.***
Editor : JakaPermana

