Kebijakan WFH Pengaruhi Arus Balik, Polda Jabar Bakal Lakukan Ini
Polda Jabar siapkan antisipasi terkait situasi arus balik yang dipengaruhi kebijakan WFH bagi sejumlah ASN.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi- Kebijakan pemerintah pusat yang menerapkan work from home (WFH) bagi sejumlah ASN, jadwal masuk sekolah dan jadwal bekerja berbeda berdampak pada kondisi arus balik.
Pasalnya, kebijakan tersebut membuat arus balik pemudik ke daerah masing-masing pun menjadi berbeda atau tidak bersamaan.
Bahkan, kendati libur Hari Raya Idul Fitri sudah berakhir, namun diprediksi masih ada pemudik yang belum kembali dari kampung halamannya.
Baca Juga: Antisipasi Penyebaran Infeksi PMK, Wabup Garut Instruksikan Diskanak Beri Disinfektan untuk Peternak
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, hal tersebut masih menjadi perhatian Polda Jabar lantaran dikhawatirkan masih bakal terjadi peningkatan volume kendaraan.
"Data analisis kami masih ada sekitar 10 persen pemudik yang masih di kampung halamannya dan belum kembali ke kota asal," kata nya saat ditemui di Mapolres Cimahi.
Ia menuturkan, angka 10 persen pemudik yang belum comeback itu dinilai sebagai jumlah yang normal karena mungkin masih ada yang mengambil libur tambahan.
Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta Jumat 13 Mei 2022: Ricky Lakukan Hal Ini untuk Gagalkan Rencana Nino
Kendati demikian, pihaknya bakal tetap melakukan antisipasi di jalur mudik jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan jumlah kendaraan.
"Kalau ada peningkatan (kendaraan), cara bertindaknya nanti bisa pengalihan arus atau skema one way," sebutnya.
Selain mewaspadai masih adanya pemudik yang kembali ke daerah asal, jelas dia, pihaknya juga bakal tetap mewaspadai jalur-jalur ke tempat wisata.
Baca Juga: Arsenal Dibantai Tottenham 0-3, Mikel Arteta Tuding Wasit 'Penghancur'
"Terlebih pada pekan ini akan ada libur panjang sehingga harus diantisipasi, mengingat saat ini kondisinya masih pandemi COVID-19," jelasnya.
Ia pun mengimbau, kepada para pelaku wisata juga diimbau agar tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.
"Saat ini sebagian besar wilayah di Jawa Barat masih menerapkan PPKM Level 2, sehingga kapasitas kunjungan wisatawan juga harus menyesuaikan agar tidak terjadi kerumunan," ujarnya.
Baca Juga: Aespa Terpilih Jadi Salah Satu 'Next Generation Leaders' Menurut Majalah TIME
Ia menambahkan, pihaknya bakal waspadai gangguan dengan mengerahkan kamtibmas dan kemacetan di mall dan jalur wisata seperti di Lembang atau puncak Bogor.
"Kalau kondisi normal tetap diberlakukan dua arah, tapi kalau ada kepadatan akan diterapkan one way," tandasnya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran

