Kebocoran Pipa Ganggu Suplai Air Istana Bogor, Dedie A Rachim: Pengembang Double Track Hati-hati!

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meminta pengembang rel ganda Bogor-Sukabumi agar lebih hati-hati du pengerjaan sekitar pipa transmisi.

Kebocoran Pipa Ganggu Suplai Air Istana Bogor, Dedie A Rachim: Pengembang Double Track Hati-hati!
Kebocoran pipa bisa ganggu suplai air ke Istana Bogor.

INILAHKORAN, Bogor - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meminta pengembang rel ganda atau double track Bogor-Sukabumi agar lebih hati-hati dalam melakukan pengerjaan di sekitaran pipa transmisi air baku 1.000 milimeter milik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.

Dedie A Rachim mengatakan, kebocoran pipa tak hanya berdampak pada 70 ribu pelanggan yang tersebar di 45 kelurahan di Kota Bogor, juga suplai kebutuhan air di Istana Bogor.

"Sumber air Istana Bogor saja berasal dari sumber air dan pipa yang sama. Makanya, pengembang coba dilihat lagi prosedur prosesnya sehingga tidak mengganggu pipa," ungkap Dedie pada Senin, 4 Oktober 2021.

Baca Juga: Pantau Kebocoran Pipa Tirta Pakuan, Bima Ingatkan Kontraktor Proyek Double Track

Dedie A Rachim melanjutkan, Pemerintah Kota Bogor sudah berkoordinasi dengan Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Barat yang menyepakati tidak menggeser pipa transmisi milik Perumda Tirta Pakuan pada pengerjaan proyek double track.

"Pipa tersebut tidak digeser, yang digeser itu trasenya, relnya. Memang dalam pelaksanaannya ada kendala. Teknisi lapangan yang harus cermat. Kita minta mereka untuk mencermati," tegasnya. Dedie A Rachim membeberkan, dirinya masih memaklumi ketika pekerjaan double track yang bersinggungan dengan pipa transmisi air baku kerap berdampak.

"Namanya proyek. Kami sudah komunikasi terus. Memang ada titik-titik rawan. Namanya proyek itu tentu tidak ada unsur kesengajaan, tapi kita minta pelaksana untuk melaksanakan pekerjaan dengan penuh kehati-hatian," bebernya.

Baca Juga: Kebocoran Pipa PDAM Meningkat, Pipa Lama Masih Dipakai

Dedie A Rachim juga memaparkan, ketika mendapatkan kebocoran, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor langsung melakukan perbaikan dan juga menyiapkan langkah antisipasi dengan menyediakan tangki air.

"Pihak PDAM sudah ambil langkah teknis, perlu waktu 2x24 jam untuk pemulihan. Kami juga minta pelaksana maupun PDAM siapkan tangki-tangki air untuk distribusi kebutuhan warga terdampak," terangnya.

Sebelumnya, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor tengah melakukan perbaikan kebocoran pipa transmisi air baku 1.000 milimeter jalur Intake Ciherang Pondok - IPA Dekeng, Kelurahan Gunung Gadung, Kecamatan Bogor Selatan, Senin, 4 Oktober 2021.

Meski perusahaan plat merah itu berupaya untuk menekan dampak perbaikan pipa transmisi tersebut, namun air akan kembali normal dalam waktu beberapa hari ke depan.

Manager NRW & Transmisi Distribusi Perumda Tirta Pakuan, Nasrul Zahar menjelaskan, pasca-perbaikan air tidak langsung mengalir ke sejumlah pelanggan. Menurutnya, proses pemulihan perbaikan bisa mencapai satu minggu.

"Tapi diusahakan bisa pulih empat hari ke depan. Transmisi Distribusi disiapkan di titik-titik untuk buang angin terjebak di dalam pipa. Kami sudah jadwalkan pemulihan, membuang udara yang terperangkap. Mudah-mudahan pemulihan tidak begitu lama," pungkas Nasrul Zahar.***(Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran