Pemkot Bogor Tertibkan Angkutan Tak Berizin, Terminal Baranangsiang Segera Dibangun

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan sejumlah usulan strategis di sektor transportasi kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Pemkot Bogor Tertibkan Angkutan Tak Berizin, Terminal Baranangsiang Segera Dibangun
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat berkunjung ke Kemenhub kemarin.

INILAHKORAN.ID-Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan sejumlah usulan strategis di sektor transportasi kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub), khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat).

Salah satu aspirasi utama yang disampaikan adalah kepastian kelanjutan pembangunan terminal Baranangsiang yang hingga kini masih dinantikan masyarakat.

Menurut Dedie, keberadaan terminal Baranangsiang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi darat sekaligus mendukung mobilitas masyarakat di Kota Bogor.

"Kami menanyakan kepada Pak Dirjen Hubdat, apakah sudah ada rencana pasti tentang pembangunan terminal Baranangsiang. Masyarakat menantikan progres dari Kemenhub supaya layanan, khususnya transportasi darat ini, bisa lebih optimal dan tentunya kualitasnya juga baik," ujar Dedie, Jumat (7/8/2026).

Selain membahas pembangunan terminal, Pemkot Bogor juga melaporkan kondisi sejumlah angkutan umum yang dinilai tidak memenuhi ketentuan operasional. Hasil pengecekan menunjukkan masih terdapat armada Miniarta dan Pusaka yang tidak memiliki kelengkapan perizinan.

Atas temuan tersebut, pemerintah daerah berkomitmen melakukan penertiban terhadap angkutan yang tidak sesuai dengan regulasi.

"Untuk itu, kami akan melakukan langkah penertiban terhadap angkutan yang tidak sesuai dengan ketentuan. Khususnya Miniarta dan Pusaka. Ternyata hanya sebagian kecil dan bahkan ada yang tidak berizin. Jadi artinya kami sudah sampaikan bahwa kami akan melakukan langkah penertiban untuk angkutan-angkutan yang tidak berizin, yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku," jelasnya.

Dalam pertemuan bersama Ditjen Hubdat, Dedie juga menyampaikan berbagai isu strategis lainnya di bidang transportasi. Di antaranya penanganan perlintasan sebidang, pengembangan koridor transportasi, usulan layanan Demand Responsive Transit (DRT) untuk lintas kota dalam provinsi, hingga perkembangan rencana lanjutan pembangunan Light Rail Transit (LRT).

Meski banyak isu transportasi yang dibahas, Dedie menegaskan kepastian pembangunan terminal Baranangsiang tetap menjadi prioritas utama karena dinilai sangat dibutuhkan masyarakat dan akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan transportasi di Kota Bogor.

"Yang lain-lain ada beberapa hal, terkait dengan perlintasan sebidang, kemudian koridor, kemudian kami juga mengusulkan DRT untuk lintas kota dalam provinsi, termasuk juga kami melaporkan tentang LRT, pelanjutan LRT, dan banyak hal lainnya. Tapi yang paling penting adalah terkait dengan permintaan Baranangsiang," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana