Pasar Merdeka Bogor Hampir Rampung, Siap Tampung 450 Pedagang Mulai September

Pasar Merdeka Bogor hampir rampung. Mulai September 2026, pasar bersih ini siap menampung hingga 450 pedagang dan mendukung penataan kawasan.

Pasar Merdeka Bogor Hampir Rampung, Siap Tampung 450 Pedagang Mulai September
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau progres pembangunan Pasar Merdeka di Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (6/8/2026). Proyek yang telah memasuki tahap akhir ini diproyeksikan menjadi Pasar bersih baru di Kota Bogor sekaligus mendukung penataan kawasan Jalan Semeru, Jalan Merdeka, Jalan M.A. Salmun, hingga Jalan Perintis Kemerdekaan.

Menurut Dedie, Pasar Merdeka merupakan bagian dari program revitalisasi pasar tradisional yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Bogor. Sebelumnya, Pasar Jambu Dua berkembang menjadi pusat kuliner, sedangkan Pasar Gembrong Sukasari telah menjadi lokasi relokasi bagi eks pedagang Pasar dan Plaza Bogor.

"Sekarang ini Pasar Merdeka dalam rangka penataan area Semeru, Merdeka, juga M.A. Salmun, termasuk Jalan Perintis Kemerdekaan," ujar Dedie kepada wartawan.

Siap Menampung Hingga 450 Pedagang

Dedie menjelaskan Pasar Merdeka memiliki kapasitas sekitar 450 pedagang. Para pedagang yang selama ini menempati tempat penampungan sementara (TPS) ditargetkan mulai menempati pasar secara bertahap pada September 2026.

Selain pedagang lama, Pemerintah Kota Bogor juga akan mengakomodasi pedagang barang bekas dan onderdil agar seluruh aktivitas perdagangan berpindah ke dalam pasar.

Langkah tersebut menjadi bagian dari rencana revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Merdeka hingga Jembatan Merah sehingga kawasan tersebut menjadi lebih tertata dan nyaman bagi pejalan kaki.

Konsep Pasar bersih dan Pusat Kuliner

Dedie mengatakan Pasar Merdeka akan mengusung konsep Pasar bersih dengan berbagai jenis komoditas, mulai dari sayur, buah, ikan, ayam, daging, hingga sentra onderdil dan barang bekas.

Lokasinya yang strategis juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat kuliner baru di Kota Bogor.

"Keunggulannya, lokasinya sangat strategis dan kelihatannya ini kalau jadi pusat kuliner juga bagus," katanya.

Saat ini progres pembangunan telah mencapai lebih dari 90 persen dan hanya menyisakan pekerjaan tahap finishing, termasuk penyelesaian area parkir serta penambahan gardu listrik.

Target Pedagang Masuk September 2026

Project Manager PT Firnie Alataz Malanihat (FAM), Martin Rustandi, mengatakan penyelesaian lantai dasar dan lantai satu ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

Dengan demikian, para pedagang dapat mulai menempati kios pada September mendatang, sementara pekerjaan di area luar akan dilanjutkan setelah relokasi selesai.

Martin menjelaskan revitalisasi tidak dilakukan dengan membongkar seluruh bangunan. Struktur utama tetap dipertahankan dan diperkuat sebelum dilakukan pembaruan fasilitas.

Ia menambahkan, lantai dua akan dikembangkan sebagai kawasan kuliner, pusat kerajinan, kafe, hingga co-working space, sehingga Pasar Merdeka diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus ruang publik baru.

PPJ Pastikan PKL Masuk ke Dalam Pasar

Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidi, mengatakan pihaknya mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bogor terhadap percepatan penyelesaian proyek tersebut.

Menurutnya, sekitar 362 hingga 400 pedagang eksisting siap direlokasi ke Pasar Merdeka. Selain itu, tersedia sekitar 60 lapak kosong yang akan digunakan untuk menampung pedagang kaki lima (PKL), khususnya pedagang onderdil, barang bekas, telepon seluler, sepatu, dan berbagai barang loakan.

"Nanti tidak ada lagi di sekitar Pasar Merdeka yang berjualan di trotoar. Seluruh pedagang akan masuk ke dalam pasar," ujar Jenal.

Dengan konsep pasar yang lebih bersih, modern, dan terintegrasi, Pasar Merdeka diharapkan menjadi pusat perdagangan baru sekaligus mendukung penataan kawasan Kota Bogor agar lebih tertib, nyaman, dan ramah bagi masyarakat maupun wisatawan.***


Editor : JakaPermana