Dedie Bertemu Rudy Bahas Penanganan Kebakaran TPAS Galuga

Dedie A. Rachim bertemu Rudy Susmanto membahas penanganan kebakaran TPAS Galuga. Pemadaman dilakukan dengan alat berat, penyemprotan dan water bombing.

Dedie Bertemu Rudy Bahas Penanganan Kebakaran TPAS Galuga
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin dengan Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat meninjau penanganan kebakaran TPAS Galuga, Kabupaten Bogor pada Kamis (10/9/2026). Istimewa

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin bertemu Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk membahas penanganan kebakaran TPAS Galuga, Kabupaten Bogor, Jumat (11/9/2026).

Pertemuan tersebut memastikan proses pemadaman kebakaran TPAS Galuga terus dilakukan secara intensif melalui penyemprotan air yang dibantu alat berat untuk membongkar tumpukan sampah dan menjangkau titik api yang berada di bawah permukaan.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara.

Dedie didampingi Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor Rudy Mashudi, Kepala Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor Agung Prihanto, Sekretaris DPKP Kota Bogor Theofilo Patricino Freitad, serta Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko PS.

Dedie mengatakan, munculnya asap di sejumlah titik setelah tumpukan sampah dibongkar menggunakan alat berat menunjukkan api yang terlihat di permukaan belum sepenuhnya padam. Bara di dalam tumpukan sampah masih berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Jadi kami menduga itu belum padam. Memang ada yang belum terjangkau karena sulitnya akses. Dan harus secara bertahap dibuka, kemudian disiram. Itu memakan waktu. Perkembangan atau percepatan membesarnya api ini juga bergantung pada cuaca. Kalau angin besar, bisa bertambah,” ungkap Dedie.

Menurut Dedie, karakter sampah yang telah menumpuk selama bertahun-tahun membuat material tersebut menjadi padat dan keras seperti briket. Kondisi itu memiliki kandungan kalori yang membuat tumpukan sampah tetap berpotensi terbakar sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan secara bertahap.

“Proses telah kami lakukan paling tidak hingga pukul 03.00 WIB dini hari, karena kami menyesuaikan dengan ketersediaan suplai air. Karena pada pukul 03.00 WIB itu kebutuhan air masyarakat mulai meningkat,” jelasnya.

Dedie mengatakan Pemkot Bogor juga telah berkoordinasi dengan Lanud ATS agar operasi water bombing tetap dilakukan. Upaya tersebut akan terus dilakukan sebagai bagian dari strategi pemadaman kebakaran TPAS Galuga.

“Sebab, proses pemadaman tidak hanya menggunakan satu metode melalui jalur darat, tetapi juga terus dilakukan melalui jalur udara. Memang segala cara harus kami upayakan,” pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti