Pirolisis Galuga Diandalkan Kurangi Timbunan Sampah hingga 1.000 Ton per Hari

Fasilitas pirolisis di TPAS Galuga ditargetkan mengolah 1.000 ton timbunan sampah per hari dan menghasilkan 50-60 kiloliter BBMT.

Pirolisis Galuga Diandalkan Kurangi Timbunan Sampah hingga 1.000 Ton per Hari
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat di lahan untuk pembangunan fasilitas pirolisis.

INILAHKORAN.ID– Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim optimistis keberadaan fasilitas Pirolisis dapat membantu mengurangi timbunan sampah di TPAS Galuga, khususnya pada lahan milik Pemerintah Kota Bogor.

Meski Kota Bogor tidak lagi menggunakan sistem open dumping dan telah menerapkan metode controlled landfill, menurut Dedie, ketersediaan lahan di TPAS tetap harus dijaga agar pengelolaan sampah dapat berlangsung secara berkelanjutan.

"Di samping PSEL ada Pirolisis plant. Ini bisa menyerap 1.000 ton sampah deposit. Artinya, kombinasi ini kalau bisa berjalan mulus, maka kedaruratan sampah di Bogor bisa mulai terurai," ungkap Dedie di Balai Kota Bogor, Jumat (18/9/2026).

Dedie menjelaskan, fasilitas tersebut diharapkan dapat menangani sampah baru yang berasal dari proses pengangkutan sekaligus sampah lama yang telah menumpuk di TPAS Galuga.

Dengan kombinasi pengelolaan tersebut, persoalan darurat sampah seperti yang terjadi saat kebakaran meluas ke area TPAS Galuga diharapkan dapat diminimalkan, meskipun sistem pengelolaan sampah telah menggunakan metode controlled landfill.

"Ini sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 yang membuka lembaran baru dalam penanganan sampah perkotaan melalui pengolahan sampah menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan," tutur Dedie.

Pirolisis Dibangun di Kawasan Galuga

Dedie mengatakan Kota Bogor menjadi salah satu daerah yang mendorong percepatan implementasi kebijakan tersebut. Pemkot Bogor juga mengusulkan sejumlah aspek strategis yang dinilai penting bagi kepentingan masyarakat, tetapi belum dapat dilakukan secara mandiri karena keterbatasan fiskal daerah.

"Ya, jadi selain pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1, pemerintah pusat melalui TNI Angkatan Darat (TNI AD) juga melaksanakan pembangunan fasilitas Pirolisis yang dikerjakan oleh mitra dan berlokasi di seberang lahan PSEL, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan teknologi Pirolisis tersebut ditargetkan mampu mengolah sekitar 1.000 ton timbunan sampah di TPAS Galuga.

Dari proses tersebut, fasilitas Pirolisis diproyeksikan menghasilkan sekitar 50 hingga 60 kiloliter bahan bakar minyak terbarukan (BBMT) setiap hari.

"Proses Pirolisis adalah mengambil sampah plastik yang ada di timbunan sampah TPA Galuga, kemudian diolah menjadi BBMT sesuai dengan amanat Perpres Nomor 109 Tahun 2025," ungkap Maruli.

Sampah Plastik Diolah Jadi BBMT

Maruli memaparkan, berdasarkan penjelasan mitra pelaksana, proyek Pirolisis memiliki manfaat utama berupa pengurangan timbunan sampah sehingga dapat memperpanjang usia operasional TPA.

Selain itu, proyek tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan energi melalui produksi bahan bakar minyak terbarukan. Pemanfaatan bahan bakar dari hasil pengolahan sampah juga diharapkan berdampak pada penghematan devisa dengan mengurangi kebutuhan impor BBM.

"Kemudian produk BBM akan dipasarkan secara business to business (B to B). Jika memenuhi syarat untuk publik, maka bisa dilakukan sesuai perkembangan," terangnya.

Maruli berharap teknologi Pirolisis dapat membantu TNI dalam mendukung penanganan persoalan persampahan melalui pemanfaatan teknologi menjadi energi.

Upaya tersebut, kata dia, dilakukan sesuai amanat dan penugasan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemanfaatan teknologi untuk pengelolaan sampah dan energi.***


Editor : JakaPermana