INILAH,Bandung - Keluarga Nuryanto (37) -seorang pengusaha garmen asal Baleendah yang menjadi korban mutilasi di Malaysia- berharap jenazah korban segera dipulangkan ke Indonesia agar bisa segera dikebumikan.
Mengenai kematian tersebut, istri almarhum Meli Rahmawati (33) dan pihak keluarga merelakan kepergian Nuryanto. Meli mendapatkan kepastian kabar kematian tersbeut dari Divisi Humas Polri.
"Kami sekeluarga ingin segera membawa pulang jenazah almarhum. Keluarga besar kami sudah mengikhlaskan kepergian almarhum," kata Meli di kediamannya, Jumat (15/2/2019).
Menurutnya, dia menerima telepon dari Keduataan Besar Indonesia (KBRI) di Malaysia pada saat dirinya tengah berada di Mapolda Jabar kemarin sekitar pukul 13.00 WIB. Saat mendengar kabar tersebut, dia merasa terpukul dan sedih. Namun, dia dan keluarga akhirnya menerima musibah tersebut.
"Harapan saya dan keluarga, pelaku cepat ditangkap dan dihukum sesuai dengan apa yang dia lakukan terhadap suami saya. Saya ingin pelaku dihukum mati," ujarnya.
Meli menuturkan, bersama korban itu dia menikah selama 17 tahun. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak. Yakni, Aditya Firdaus (16), Mohammad Nazril Ihsan (9), dan anak bungsunya yang masih berusia 11 bulan Aliya Aznia Rismawati.
Pengacara korban Hermawan membenarkan pihaknya mendapatkan konfirmasi langsung dari KBRI di Malaysia kemarin siang. Berdasarkan hasil uji sidik jari menunjukkan ciri-ciri tersbeut identik dengan kliennya, Nuryanto.
"Pihak keduataan berkoordinasi dengan Kepolisian Malaysia. Apakah jenazah almarhum masih diperlukan untuk penyelidikan atau tidak. Kalau tidak, pihak kedutaan akan menghubungi kita untuk pemulangan jenazah," kata Hermawan.
Dia menjelaskan, kondisi jenazah korban bagian tangan terpotong dari badan. Sehingga, diperlukan pemeriksaan untuk memastikan jika potongan badan tersebut adalah badan korban atau bukan.
Selain itu, potongan tangan kanan, kepala, dan kedua kaki juga belum ditemukan sampai sekarang. Jika suatu saat potongan tubuh lainnya kembali ditemukan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Kepolisian Diraja Malaysia (KDRM).
"Pihak keluarga mengupayakan agar jenazah almarhum dalam keadaan utuh. Kami berharap pencarian bisa secepatnya berhasil menemukan semua potongan tubuhnya," ucapnya.