Kemarau, Harga Cabai di Bogor Makin Pedas
Kekeringan yang melanda sebagian besar wilayah di Indonesia, rupanya berdampak naiknya harga komoditas kebutuhan bahan pokok di Kota Bogor. Seperti komoditas cabai berbagai jenis yang mengalami kenaikan rata-rata mencapai 100%.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Kekeringan yang melanda sebagian besar wilayah di Indonesia, rupanya berdampak naiknya harga komoditas kebutuhan bahan pokok di Kota Bogor. Seperti komoditas cabai berbagai jenis yang mengalami kenaikan rata-rata mencapai 100%.
Dari data Kantor Unit Pasar Jambu Dua, berbagai jenis cabai mengalami kenaikan rata-rata 100%. Di antaranya cabai merah yang sedianya dibanderol Rp30 ribu/kg menjadi Rp60 ribu/kg. Lalu, cabai keriting dari Rp36 ribu menjadi Rp60ribu/kg, cabai jablay dari Rp40 ribu naik ke angka Rp60 ribu/kg.
Bahkan, cabai rawit hijau menjadi komoditas dengan lonjakan tertinggi. Harganya naik lebih dua kali lipat dari Rp24 ribu menjadi Rp60 ribu/kg. Harga cabai hijau pun naik dari Rp24 ribu merangkak ke angka Rp36 ribu/kg.
Kepala Unit Pasar Jambu Dua Andrian Hikmatullah mengatakan, tren kenaikan tersebut terjadi sejak sepekan kemarin. Dari informasi pedagang, kenaikan harga itu dikarenakan faktor cuaca kekeringan di lahan pertanian.
"(Naiknya harga itu) sudah terjadi 10 hari lah. Berbagai komoditas itu dipasok dari berbagai wilayah seperti Banyuwangi, Jawa Timur, dan lain-lain. Lonjakan harga itu juga sudah terjadi di tingkat petani atau produsen," ungkap pria yang akrab disapa Ende, Selasa (9/7/2019).
Ende melanjutkan, dalam satu hari komoditas cabai yang masuk ke Pasar Jambu Dua kurang lebih dua kuintal per pedagang. Itu pun belum ditambah PKL yang ada di luar gedung atau sekitar pasar.
"Faktor cuaca kemarau ini. Pasokan ke pengepul lebih minim. Tapi stok saat ini aman, tidak ada yang ditimbun. Tapi harga semakin melonjak," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : Doni Ramdhani

