Kemdiktisaintek Ungkap Belasan Penerima BPI Berpotensi Terlantar di Luar Negeri Akibat Efisiensi Anggaran
Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memaparkan dampak dari efisiensi anggaran yang diperintahkan Presiden Prabowo.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.COM - Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memaparkan dampak dari efisiensi anggaran yang diperintahkan Presiden Prabowo.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengungkapkan salah satu yang terdampak efisiensi adalah Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI).
"Pada program BPI anggaran pagu awal 194.709.909.00 menjadi Rp19.470.909.000," ujar Satryo.
Dalam pemaparaan tersebut, Kemdiktisaintek juga mengungkapkan belasan penerima BPI berpotensi terlantar di luar negeri akibat efisiensi anggaran tersebut.
"Masyarakat penerima BPI: sebanyak 12 orang penerima BPI LN Program S3 Perguruan Tinggi Akademik dari total 33 orang terancam tidak dapat dibayarkan (berpotensi terlantar di luar negeri)," demikian pemaparan Kemdiktisaintek.
Terkait hal ini, Menteri Satryo mengatakan pihaknya mengupayakan agar efisiensi anggaran dalam bidang ini dinolkan, karena dinilai krusial.
"Kami usulkan ini tidak terkena efisiensi, maka kami usulkan kembali supaya tidak ada efisiensi, sehingga pemotongannya itu nol persen," ujarnya.
Secara keseluruhan, Menteri Satryo mengungkapkan efisiensi anggaran Kemdiktisaintek yang diajukan oleh Kementerian Keuangan berjumlah Rp14,3 triliun.
Namun demikian, Kemdiktisaintek mengupayakan agar efisiensi anggaran hanya sebesar Rp6,78 triliun agar kegiatan di lingkup Kemdiktisaintek tetap berjalan lancar.
"Dengan posisi ini saya berharap bapak ibu Komisi X bisa memperjuangkan supaya pemotongan tidak Rp14,3 triliun tetapi menjadi hanya Rp6,78 triliun," tutur Satryo.
Editor : Firda Rachmawati
