Hashtag #savekipkuliah Menggema di X Imbas KIP Kuliah yang Terancam Dihapus Karena Efisiensi Anggaran
Media sosial X kini tengah diramaikan dengan tagar #savekipkuliah imbas dari adanya efisiensi anggaran yang berdampak ke program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.COM - Media sosial X kini tengah diramaikan dengan hashtag #savekipkuliah imbas dari adanya efisiensi anggaran yang berdampak ke program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).
Sejak Kamis 13 Februari 2025, hashtag #savekipkuliah menggema di X dengan berbagai postingan dari netizen yang protes karena dunia pendidikan ikut terdampak.
Seperti diketahui, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah memaparkan sejumlah dampak efisiensi anggaran, termasuk KIP Kuliah.
Dalam pemaparan tersebut, Kemdiktisaintek menjelaskan bahwa efisiensi anggaran ini berdampak pada calon penerima maupun yang sudah terdaftar sebagai penerima KIP Kuliah.
Netizen pun menaikkan tagar #savekipkuliah untuk menyurakan protes mereka. Hingga Jumat 14 Februari 2025, postingan dengan tagar tersebut mencapai 323 ribu.
Banyak dari mereka yang membuat postingan terkait dampak efisiensi anggaran terhadap KIP Kuliah yang dinilai sangat merugikan mahasiswa.

Diberitkan sebelumnya, Kemdiktisaintek memaparkan dampak efisiensi anggaran, salah satunya bagi penerima KIP Kuliah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan total saat ini ada 844.174 mahasiswa penerima KIP Kuliah.
"Dari jumlah tersebut, sebanyak 663.821 mahasiswa on going yang terdaftar sebagai penerima KIP Kuliah terancam tak bisa mencairkan dana bantuan pada tahun 2025," ujarnya.
Satryo menjelaskan dari jumlah mahasiswa on going penerima KIP Kuliah tersebut terancam putus kuliah karena dana bantuan tidak cair.
Bukan hanya itu, efisiensi anggaran ini juga berdampak pada dihapusnya program KIP Kuliah untuk mahasiswa baru tahun angkatan 2025.
Tertulis bahwa tidak ada Penerimaan Mahasiswa Baru penerima KIP-K tahun 2025 sejak pendaftarannya dibuka pada 4 Februari 2025.
"Jumlah pendaftar sampai pada 7 Februari 2025 pukul 16.15 WIB sebanyak 21.131 orang," demikian isi pemaparan Kemendiktisaintek.
Terkait hal ini, Menteri Satryo mengatakan pihaknya mengupayakan agar efisiensi anggaran dalam bidang ini dinolkan, karena dinilai krusial.
"Kami usulkan ini tidak terkena efisiensi, maka kami usulkan kembali supaya tidak ada efisiensi, sehingga pemotongannya itu nol persen," ujarnya.
Editor : Firda Rachmawati


