Kemenhub Gandeng Bank Dunia, Geber Pembangunan Transportasi Massal Bandung Raya

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggandeng Bank Dunia, guna menggeber pembangunan transportasi massal di Bandung Raya.

Kemenhub Gandeng Bank Dunia, Geber Pembangunan Transportasi Massal Bandung Raya

INILAHKORAN, Bandung - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggandeng Bank Dunia, guna menggeber pembangunan transportasi massal di Bandung Raya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, yang menjadi konsentrasi untuk dikembangkan cukup beragam.

Tetapi yang pasti kata Menhub Budi, transportasi massal berbasis listrik, menjadi fokus utama dibangun untuk mengakomodir mobilisasi masyarakat.

"Kita sedang mengembangkan transportasi massal, kerjasama dengan Bank Dunia. Dimana nanti transportasi massal itu bukan saja transportasi, tapi dalam transportasi yang menggunakan listrik," kata Menhub Budi di Bandung baru-baru ini.

Saat ini progresnya kata dia, tengah dalam tahap detail engineering design (DED). Dimana selain Bandung Raya, transportasi massal berbasis listrik juga dilakukan di Medan.

"Sekarang ini sedang difinalisasi desain dan persiapan-persiapan itu. Tahun ini finalisasi desain," ucapnya.

Seperti diketahui, guna mengurai kemacetan di Bandung Raya. Sejumlah rencana digagas, antaranya pembangunan Bus Rapid Transit (BRT), Light Rail Transit (LRT) dan kereta gantung atau cable car.

BRT sendiri dijadwalkan sudah mulai efektif di 2025 mendatang, secara bertahap. Dimana anggaran pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan mencapai Rp1,3 triliun.

Sedangkan LRT, disebut-sebut membutuhkan biaya sekitar Rp20 triliun, untuk dua jalur. Yakni Leuwipanjang-Tegalluar dan Leuwipanjang-Dago.

Sedangkan kereta gantung atau cable car, rencananya akan beroperasi dengan empat rute meliputi Kabupaten Bandung Barat dan Kota Bandung.

Rute pertama sepanjang 12,79 kilometer dari Pasar Lembang-Kebon Kawung, lalu Terminal Ledeng-Terminal Leuwipanjang sepanjang 13,75 kilometer, kemudian Bandara Husein Sastranegara-Pasteur-Ciwalk-Perumda Tirtawening-Itenas-Terminal Cicaheum sepanjang 13,78 kilometer.

Terakhir, rute Cihampelas-Gelapnyawang sepanjang 800 meter, dengan total keseluruhan 40 unit kabin. Biaya pembangunan disebut-sebut sekitar 8 juta euro.  


Editor : Ahmad Sayuti