Erupsi GAK, Kemenhub Pastikan Refund Tiket Penumpang 100 Persen

Kemenhub memastikan penumpang terdampak erupsi GAK mendapat refund tiket 100 persen atau reschedule. Delapan bandara masih ditutup.

Erupsi GAK, Kemenhub Pastikan Refund Tiket Penumpang 100 Persen
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan penumpang terdampak pembatalan penerbangan akibat penutupan sejumlah bandara imbas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mendapatkan hak pelayanan, termasuk refund tiket 100 persen maupun reschedule penerbangan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta seluruh maskapai memastikan hak-hak penumpang terdampak penutupan delapan bandara dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami sudah menyampaikan bahwa semua airlines harus memfasilitasi hak-hak penumpang untuk melakukan reschedule maupun refund tiketnya," kata Dudy saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Meski demikian, Menhub mengaku belum menerima laporan mengenai maskapai yang telah memproses pengembalian dana kepada penumpang.

"Kami belum mendapat laporan (maskapai yang sudah melayani refund)," ujarnya.

refund tiket Berlaku 100 Persen

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa menegaskan pengembalian tiket bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan akibat kondisi operasional bandara terdampak abu vulkanik berlaku 100 persen.

"Terkait pembatalan atau refund penerbangan itu berlaku 100 persen," kata Lukman.

Kebijakan tersebut berlaku bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan akibat kondisi operasional bandara yang terdampak abu vulkanik erupsi GAK.

Lukman mengatakan refund penuh merupakan bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Dengan kebijakan tersebut, penumpang tidak mengalami kerugian akibat pembatalan penerbangan yang terjadi karena faktor keselamatan penerbangan.

Penumpang Bisa Pilih Refund atau Reschedule

Selain refund, penumpang terdampak juga dapat memilih melakukan reschedule atau menjadwalkan ulang penerbangan.

Kemenhub telah meminta seluruh maskapai memfasilitasi pilihan tersebut bagi penumpang sesuai ketentuan pelayanan yang berlaku.

Informasi mengenai perubahan jadwal penerbangan akan disampaikan langsung oleh masing-masing maskapai kepada penumpang.

Dengan demikian, penumpang dapat menentukan pilihan berdasarkan kebutuhan perjalanan dan kebijakan pelayanan yang diberikan maskapai.

Ada Opsi Bandara Alternatif

Kemenhub juga membuka opsi penggunaan sejumlah bandara alternatif agar mobilitas masyarakat tetap dapat berjalan selama operasional delapan bandara terdampak dihentikan sementara.

Bandara alternatif yang disiapkan meliputi:

Bandara Kertajati, Majalengka
Bandara Ahmad Yani, Semarang
Bandara Juanda, Surabaya
Yogyakarta International Airport (YIA)
Bandara Adi Soemarmo, Solo

Menhub mempersilakan maskapai menggunakan bandara alternatif tersebut sebagai lokasi keberangkatan maupun pendaratan sesuai kebutuhan operasional dan perkembangan kondisi penyebaran abu vulkanik.

Penumpang yang memilih melanjutkan perjalanan dapat menggunakan bandara alternatif yang ditetapkan maskapai.

Transportasi Gratis dari Bandara Soetta

Pemerintah bersama InJourney Airports juga menyediakan transportasi darat gratis bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

Transportasi pendukung tersebut berupa kereta api maupun bus menuju sejumlah bandara alternatif yang telah disiapkan pemerintah.

Layanan ini ditujukan untuk memudahkan perpindahan penumpang apabila penerbangan dialihkan ke bandara lain.

Informasi mengenai pengalihan penerbangan dan lokasi keberangkatan baru akan disampaikan langsung oleh masing-masing maskapai kepada penumpang.

8 Bandara Masih Terdampak abu vulkanik GAK

Hingga Minggu (6/9) malam, delapan bandara masih ditutup akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Delapan bandara tersebut yakni:

1. Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang
2. Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta
3. Bandara Radin Inten II, Lampung
4. Bandara Husein Sastranegara, Bandung
5. Bandara Budiarto, Curug, Tangerang
6. Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan
7. Bandara Taufik Kiemas, Pesisir Barat, Lampung
8. Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, Sumatera Selatan

Penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan operasional penerbangan akibat penyebaran abu vulkanik.

Pemerintah terus melakukan koordinasi dengan maskapai, pengelola bandara, BMKG, AirNav, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memantau perkembangan kondisi.

Kemenhub menegaskan aspek keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pembukaan maupun penutupan bandara.

Dengan berbagai opsi tersebut, pemerintah berupaya memastikan hak penumpang tetap terpenuhi sekaligus memberikan alternatif perjalanan selama gangguan penerbangan akibat erupsi GAK masih berlangsung.***


Editor : JakaPermana