Kemenperin Bidik Jabar Miliki Distrik Fesyen

Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pelaku industri fesyen muslim tumbuh. Berbagai upaya dan strategi dilakukan untuk mewujudkan Indonesia sebagai Kiblat Fesyen Muslim Dunia pada 2020 mendatang.

Kemenperin Bidik Jabar Miliki Distrik Fesyen
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pelaku industri fesyen muslim tumbuh. Berbagai upaya dan strategi dilakukan untuk mewujudkan Indonesia sebagai Kiblat Fesyen Muslim Dunia pada 2020 mendatang.

Direktur IKM Kimia, Sandang,Kerajinan dan Aneka E Ratna Utarianingrum mengatakan, untuk program tersebut pihakya rutin menggelar kompetisi Modest Fashion Project (MoFP). Ajang tersebut merupakan kompetisi desain fesyen yang tidak hanya berfokus pada konsep desain produk fesyen muslim namun juga pada konsep bisnis yang akan diterapkan.

“Untuk MoFP ini kita terus mendorong para desainer di dua provinsi untuk unjuk kabisa. Jabar dan Jateng merupakan dua provinsi yang berkomitmen untuk membangun fashion district di daerahnya,” kata Ratna di Bandung, Selasa (10/9/2019).

Menurutnya, untuk industri fesyen muslim itu Jabar merupakan daerah andalan untuk produk unggulan. Meski demikian, dia menyebutkan Jateng pun memiliki peluang untuk ikut dalam indusstri yang pangsa pasarnya relatif besar. Untuk itu, pihaknya menggelar rangkaian Road to MoFP 2019 di Bandung kemarin dan di Semarang pada Rabu (11/9/2019) ini.

Khusus mengenai MoFP, dia mengaku pada tahun ini berbeda dengan kompetisi desain fesyen pada umumnya. MoFP merupakan kompetisi yang para finalisnya akan mendapatkan coaching dan pelatihan tentang bisnis dan industri fesyen. Program ini dilaksanakan untuk melahirkan startup IKM fesyen muslim.

“Tidak hanya berhenti pada kompetisi, 20 finalis terbaik MOFP akan mendapatkan coaching selama 2 tahun sampai memiliki business  plan dan marketing tools yang siap dipresentaskan di hadapan calon investor,” ujarnya.

Nantinya, para finalis difasilitasi untuk memiliki legalitas usaha dan merek yang terdaftar di HKI sehingga siap menjalankan industri fesyen muslim secara mandiri dan berdaya saing. Para finalis MoFP juga akan diberikan kesempatan untuk mengikuti fashion show serta pameran dalam dan luar negeri.

“Grand Final dan Pengumuman MOFP akan dilaksanakan pada November 2019. Pada saat yang sama kami akan me-lauching pameran industri halal yang meliputi komoditi fesyen muslim, perhiasan, aksesoris, kosmetik dan makanan/minuman halal sebagai kick off  Indonesia as one of the Center of Moslem Fashion in The World. Pameran ini rencananya akan digelar pada bulan April 2020 di Cendrawasih Hall Jakarta Convention Center,” jelasnya.  

Secara umum, kini jumlah kebutuhan fesyen muslim nasional relatif meningkat. Berdasarkan State of the Global Islamic Economic 2018-2019 kosumsi fesyen muslim Indonesia mencapai US$ 20 miliar, sementara konsumsi fesyen muslim dunia mencapai US$270 miliar. Hal ini menunjukkan peluang pasar yang besar yang bisa digarap industri fesyen muslim dalam negeri.


Editor : Doni Ramdhani