Kenapa Korban Dugaan Pelecehan Dokter Kandungan MSF di Garut Tak Berani Melapor?
Sejauh ini, baru dua pasien yang melaporkan dokter kandungan MSF. Kenapa korban dugaan pelecehan seksual lain di Garut tak berani melapor?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Sejauh ini, baru dua pasien yang melaporkan dokter kandungan MSF. Kenapa korban dugaan pelecehan seksual lain di Garut tak berani melapor?
Kepala Polres Garut AKBP Mohammad Fajar Gemilang membenarkan baru dua orang korban dugaan pelecehan dokter kandungan MSF ke aparat kepolisian.
Fajar Gemilang menyebutkan dua orang pelapor dokter kandungan MSF tersebut adalah wanita di Garut yang berusia antara 20 hingga 30 tahun.
Pihak Polres Garut, sebut Fajar Gemilang, mendatangi langsung kedua orang korban itu. Mereka pun menjamin kerahasiaan identitas mereka.
Fajar Gemilang menyebut informasi yang beredar di media sosial atau masyarakat diduga banyak korban. Namun, saat mengarahkan untuk melapor relatif sulit.
“Masyarakat atau korban itu ibu-ibu. Kalau sampai viral juga, mereka malu,” kata Fajar Gemilang.
MFS, dokter kandungan yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap pasiennya, tengah dalam pemeriksaan kepolisian. Ia ditangkap aparat Polres Garut kemarin.
Dalam pemeriksaan terungkap jika MSF saat melakukan pelecehan seksual, menawarkan USG gratis, kepada setiap pasiennya. Selain itu, layanan lainnya yang ditawarkan oleh terduga pelaku.
“Iya, ada yang ditawari USG gratis atau layanan-layanan lain secara personal sehingga si korban ini tidak terdeteksi di buku resepsionis klinik itu," ucap Kapolres Garut AKBP Mohammad Fajar Gemilang saat diwawancara wartawan, Rabu 16 April 2025.
Dokter kandungan inisial MSF ditangkap di wilayah Garut, Selasa (15/4) malam atau kurang dari 24 jam setelah video dugaan asusila itu ramai di media sosial, kemudian dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh jajaran Polres Garut, Rabu.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Joko Prihatin membenarkan telah mengamankan seorang dokter kandungan untuk menjalani pemeriksaan lebih dalam terkait dugaan melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap pasiennya.
"Belum 24 jam kita sudah amankan diduga pelaku, saat ini untuk pelaku ada di ruangan khusus untuk dilakukan pemeriksaan intensif," kata Joko.
Ia menuturkan Polres Garut melakukan penyelidikan terkait sebaran video CCTV yang menayangkan dugaan oknum dokter melakukan perbuatan asusila terhadap pasien di salah satu klinik wilayah Garut Kota.
Adanya dugaan itu, kata dia, polisi mengecek klinik tersebut, kemudian mengumpulkan keterangan saksi, sampai akhirnya berhasil mengamankan dokter yang bersangkutan di wilayah Garut.
"Kita amankan di wilayah Garut, masih wilayah Garut," katanya. (*)
Editor : Zulfirman

