Kenapa Lisa BLACKPINK Dipilih Tampil di Upacara Pembukaan Piala Dunia FIFA 2026??

FIFA ungkap stategi dengan menggaet Lisa BLACKPINK untuk tampil di Upacara Pembukaan Piala Dunia FIFA 2026.

Kenapa Lisa BLACKPINK Dipilih Tampil di Upacara Pembukaan Piala Dunia FIFA 2026??
Lisa BLACKPINK akan tampil di Upacara Pembukaan Piala Dunia FIFA 2026.

INILAHKORAN, Bandung - Lisa BLACKPINK baru-baru ini diumumkan akan tampil dengan Katy Perry di Upacara Pembukaan Piala Dunia FIFA 2926.

Penampilan Lisa BLAACKPINK di Pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 mencerminkan strategi FIFA untuk terhubung dengan audiens global yang lebih muda melalui musik dan budaya pop.

Pengumuman bahwa Lisa BLACKPINK akan tampil di Upacara Pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 dengan cepat menjadi topik utama di berbagai media internasional.

Bagi FIFA, penampilan Lisa BLACKPINK bukan sekadar pertunjukan hiburan pra-pertandingan biasa. 

Sebaliknya, hal itu mencerminkan strategi organisasi yang lebih luas untuk mengubah turnamen menjadi festival budaya global yang mampu menarik penonton muda di seluruh dunia.

Lisa BLACKPINK dijadwalkan tampil di Stadion SoFi di Los Angeles pada 12 Juni 2026, menjelang pertandingan antara Amerika Serikat dan Paraguay. 

Dia akan berbagi panggung dengan artis-artis termasuk Katy Perry, Future, dan DJ Sanjoy selama acara Pembukaan resmi FIFA.

Penampilan ini juga menandai kali kedua seorang artis K-Pop tampil di Upacara Pembukaan Piala Dunia FIFA setelah penampilan Jungkook BTS membawakan lagu 'Dreamers' di Piala Dunia Qatar pada tahun 2022.

Dengan Piala Dunia FIFA 2026 yang diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, FIFA dilaporkan bertujuan untuk memperluas turnamen tersebut melampaui sepak bola menjadi perayaan budaya dunia.

Sebagai bagian dari rencana itu, organisasi tersebut bermaksud untuk mengadakan tiga Upacara Pembukaan terpisah di seluruh negara tuan rumah, alih-alih memusatkan semuanya di satu panggung tunggal seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menurut analisis dari Spring News Thailand di bawah naungan Nation Group, acara Pembukaan tahun ini dikembangkan berdasarkan konsep “Shared Rhythm,” yang diawasi oleh Amy Hopfinger, Direktur Strategi dan Perencanaan FIFA di Amerika Serikat. 

Tujuannya adalah untuk mendekatkan Piala Dunia kepada publik melalui musik, hiburan, dan budaya pop dan dalam visi tersebut, Lisa BLACKPINK dilaporkan menjadi tokoh kunci.

FIFA dilaporkan mengakui pengaruh luar biasa Lisa di berbagai platform digital. Member BLACKPINK tersebut saat ini memiliki lebih dari 100 juta pengikut di Instagram, menjadikannya salah satu artis Asia yang paling banyak diikuti di dunia. 

Hampir setiap penampilan publiknya memicu diskusi online besar-besaran, baik melalui mode, musik, maupun kampanye merek.

Bagi FIFA, pengaruh tersebut memiliki nilai yang sangat besar di saat acara olahraga global menghadapi persaingan yang semakin ketat untuk menarik perhatian penonton muda.

Seorang seniman yang mampu menciptakan tren di seluruh dunia membantu menjaga agar Piala Dunia FIFA 2026 terus terlihat di TikTok, Instagram, dan X bahkan sebelum turnamen resmi dimulai.

Di luar dampak media sosial, Lisa BLACKPINK juga dipandang sebagai jembatan penting bagi audiens Asia Tenggara. 

Meskipun kawasan ini memiliki basis penggemar sepak bola yang besar, belum ada negara ASEAN yang berhasil lolos ke Piala Dunia FIFA 2026.

Karena itu, kehadiran artis Thailand di panggung Pembukaan menciptakan koneksi emosional yang kuat dengan para penggemar di seluruh Asia Tenggara.

Selama dekade terakhir,FIFA semakin menyadari bahwa generasi muda mengonsumsi olahraga secara berbeda dari generasi sebelumnya.

Banyak penonton tidak lagi menghabiskan 90 menit penuh untuk menonton pertandingan dari awal hingga akhir. 

Sebaliknya, mereka lebih terlibat dengan pengalaman keseluruhan yang mengelilingi acara-acara besar, termasuk musik , mode, tren media sosial, dan momen budaya viral.

Strategi FIFA yang terus berkembang bertujuan untuk memposisikan Piala Dunia sebagai titik temu antara sepak bola dan budaya hiburan global agar tetap relevan di kalangan penonton muda. 

Lisa BLACKPINK dianggap sebagai perwakilan ideal untuk arah tersebut berkat basis penggemar internasionalnya yang sangat besar.

Berbeda dengan generasi idola K-Pop sebelumnya yang popularitasnya terutama terkonsentrasi di Asia, Lisa BLACKPINK berhasil membangun kehadiran yang kuat di pasar Amerika dan Eropa.

Kolaborasi dengan artis seperti Future dan Tyla, serta penampilannya di Academy Awards 2025, semakin memperluas pengakuannya di dunia hiburan global arus utama.

Dukungan berkelanjutan FIFA terhadap K-Pop setelah penampilan sukses Jungkook BTS di Piala Dunia di Qatar juga menyoroti bagaimana gelombang Hallyu kini diakui sebagai kekuatan budaya global yang sesungguhnya untuk dunia olahraga.

Bagi Thailand, partisipasi Lisa BLACKPINK di Piala Dunia FIFA 2026 memiliki makna simbolis yang sangat penting. 

Selama beberapa dekade, kehadiran Thailand di ajang sepak bola terbesar di dunia ini sebagian besar terbatas pada peran organisasi atau teknis seperti wasit dan pengawasan pertandingan.

Juni ini akan menandai pertama kalinya tokoh Thailand berdiri di tengah panggung Pembukaan Piala Dunia FIFA.

Akibatnya, prestasi Lisa BLACKPINK telah menjadi sumber kebanggaan besar bagi masyarakat Thailand sekaligus mencerminkan pengaruh yang semakin besar dari para seniman Asia dalam industri hiburan global.***


Editor : Irma Nurfajri