Kendaraan Parkir di Badan Jalan Bikin Macet, Dewan Minta Dishub Kab Bandung Inovatif
Komisi B DPRD Kabupaten Bandung meminta Dinas Perhubungan untuk melakukan inovasi dan langkah antisipasi kemacetan akibat kendaraan parkir di badan jalan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Komisi B DPRD Kabupaten Bandung meminta Dinas Perhubungan untuk melakukan inovasi dan langkah antisipasi kemacetan akibat kendaraan parkir di badan jalan.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, Tri Bambang Pamungkas, mengatakan dengan perkembangan infrastruktur jalan dan pertumbuhan kendaraan serta pusat keramaian, perlu adanya terobosan dalam pengelolaan parkir di Kabupaten Bandung.
"Kalau melihat pertumbuhan kendaraan dan infrastruktur, sudah selayaknya Dinas Perhubungan melakukan terobosan dalam pengelolaan parkir. Jangan mengandalkan parkir on street, saja" kata Tri, Minggu (23/2/2020).
Dikatakan Bambang, parkir on street akan menimbulkan dampak kurang bagus bagi volume capacitas ratio (VCR) jalan di Kabupaten Bandung. Sejumlah titik kemacetan di Kabupaten Bandung diakibatkan kendaraan yang parkir di badan jalan
Salah satu contohnya seperti yang sehari hari terjadi di kawasan pasar dan terminal soreang. Disana selalu terjadi antrean kendaraan karena hampir setengah jalan habis oleh parkir kendaraan. Padahal, jika di sepanjang jalan itu tidak ada parkir on street, kemacetan tidak akan terjadi.
"Itu baru di soreang, banyak juga di tempat lain yang menjadi titik kemacetan karena ada parking on street," ujarnya.
Dengan demikian, Tri memandang Dinas Perhubungan yang melakukan pengelolaan parkir, sudah harus melakukan inovasi dalam pengelolaan parkir. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan membuat lahan parkir terpadu dalam satu kawasan, seperti menyediakan tempat parkir vertikal di pusat-pusat keramaian, seperti pusat perbelanjaan dan pasar.
Menurutnya, membangun tempat parkir vertikal, akan membutuhkan dana yang tidak sedikit, baik untuk penyediaan lahan, maupun pembangunan konstruksi. DPRD kata Tri, siap mendorong dari sisi penganggaran, namun harus ada kemauan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung sebagai pemangku kebijakan.
Membangun parkir vertikal, bukan hanya akan berdampak berkurangnya kendaraan terparkir di jalan raya, namun akan memberi dampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Potensi kebocoran retribusi parkir on street itu cukup tinggi, karena belum menggunakan sistem komputer. Kalau parkir vertikal itu kan bisa pakai komputer, jadi akan tercatat dengan tepat berapa kendaraan yang diparkir dalam sehari. Potensi kebocorannya lebih rendah," katanya.
Selain itu, lanjut Bambang, parkir vertikal juga akan membuat masyarakat lebih aman menyimpan kendaraannya.
"Kalau parkir di jalan terus kemudian kendaraannya hilang, siapa yang bertanggungjawab. Kalau parkir dengan sistem komputer, bisa menuntut pengelola kalau ada kendaraan yang hilang" ujarnya. (rd dani r nugraha).
Editor : Bsafaat

