Kepala BKKBN: Kebanyakan Nikah Tanpa Perhitungan Ekonomi
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Hasto Wardoyo menyebut banyak masyarakat Indonesia yang menikah tanpa memperhitungkan kondisi ekonomi dan kemampuannya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Banjarmasin - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyebut banyak masyarakat Indonesia yang menikah tanpa memperhitungkan kondisi ekonomi serta antara kemampuan dan beban yang akan ditanggung setelah berkeluarga.
"Karena banyak orang yang tidak punya perhitungan, nikah itu tidak punya perhitungan, asal tabrak saja itu banyak, tapi tidak memperhitungkan beban dan kemampuan," kata Hasto usai menghadiri acara GenRe (Generasi Berencana) Edu Camp di Banjarbaru, Jumat (5/7/2019).
Menurut dia, pasangan yang akan menikah seharusnya mempertimbangkan antara beban keluarga dan kemampuan agar bisa seimbang. Terlebih pasangan yang akan menikah masih dalam usia muda walaupun sudah melewati batas ideal yaitu 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.
Oleh karena itu, Hasto menilai perlu ada pendidikan kepada remaja mengenai pemahaman dan kemandirian secara ekonomi dalam mempersiapkan pernikahan ke depan.
Selama ini, BKKBN telah berupaya menyosialisasikan dan mengedukasi mengenai kesehatan reproduksi, persiapan pernikahan, mencegah kawin usia dini, dan membina keluarga harmonis.
Ke depan, Hasto juga menilai perlu penambahan edukasi kepada remaja mengenai persiapan kemandirian dalam hal ekonomi keluarga.
Ke depan, mereka harus dilatih menjadi keluarga yang mandiri dalam artian secara ekonomi, mampu membangun ekonomi yang mandiri.
Remaja merupakan individu-individu calon pasangan yang akan membangun keluarga dan calon orang tua bagi anak-anak yang dilahirkannya sehingga perlu disiapkan agar memiliki perencanaan dan kesiapan berkeluarga.
“Kesiapan berkeluarga merupakan salah satu kunci terbangunnya ketahanan keluarga dan keluarga yang berkualitas sehingga diharapkan mampu melahirkan generasi yang juga berkualitas," kata Hasto.
Remaja yang tergabung dalam forum GenRe dari seluruh wilayah Indonesia mengikuti pelatihan di Banjarbaru dalam rangkaian Hari Keluarga Nasional. Remaja tersebut diberikan pelatihan dan berbagai macam edukasi mengenai kesehatan reproduksi, kemandirian, perencanaan kehidupan dan sebagainya.
BKKBN memandang remaja sebagai individu calon penduduk usia produktif yang pada saatnya akan menjadi pelaku pembangunan sehingga harus disiapkan agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. (Antara)
Editor : suroprapanca

