KEREN! Semua Desa di Pasirwangi Rawan Bencana, Camat Saeful Hidayat Pasang CCTV sebagai Mitigasi Bencana
Camat Pasirwangi Saeful Hidayat terus berupaya melakukan berbagai terobosan program dan kebijakan untuk mengoptimalkan pelayanan masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Garut - Camat Pasirwangi Saeful Hidayat terus berupaya melakukan berbagai terobosan program dan kebijakan untuk mengoptimalkan pelayanan masyarakat di wilayahnya.
Menurutnya, seluruh desa yang berada di wilayahnya relatif rawan bencana. Untuk itu, dia menerapkan sebuah program mitigasi bencana. Inovasi yang dilakukannya yakni meluncurkan Pasirwangi One Touch Service untuk Program Mitigasi Bencana (Pos Promina).
Belum lama ini, Saeful Hidayat didapuk sebagai pegawai negeri sipil (PNS) berprestasi 2021 pada Katagori Inspiratif dengan iden penerapan activity based costing dalam penyusunan analisis standar belanja.
Baca Juga: Kasus Terus Menurun, Warga Garut Diserukan Tetap Jaga Prokes dan Ikuti Vaksinasi
Saeful Hidayat, menuturkan Pos Promina dirancang sebagai langkah mitigasi untuk menekan dampak bencana di wilayah Kecamatan Pasirwangi yang memang terdapat banyak lokasi rawan terjadi bencana.
Caranya, di lokasi-lokasi rawan bencana tersebut ditempatkan sejumlah closed circuit television (CCTV) berkualitas sangat bagus dengan 32 kali pembesaran (zoom) secara portabel menggunakan tenaga surya. CCTV tersebut akan merekam gerakan tanah atau aliran-aliran sungai yang diperkirakan berdampak terhadap terjadinya banjir bandang.
"Dengan demikian, perkembangan di daerah rawan bencana yang terpantau melalui CCTV tersebut bisa segera diketahui dan diinformasikan kepada masyarakat agar dapat lebih waspada. Baik ketika terjadi pergerakan tanah maupun kenaikan debit air sungai," kata Saeful Hidayat, Selasa 26 Oktpber 2021.
Baca Juga: Bupati-Wabup Garut Dinobatkan Sebagai Orang Tua Asuh Santri
Dikarenakan menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi, CCTV itu juga bisa ditempatkan di area-area yang tidak memungkinkan adanya jaringan listrik.
CCTV juga bisa dipantau melalui handphone. Sehingga unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Pasirwangi pun dapat melihat mengenai perkembangan kondisi daerah rawan longsor yang sudah dipasangi CCTV secara update hingga per detiknya.
Terkait pengadaan CCTV, dia menjelaskan itu terwujud dari hasil gotong royong antara pihak pemerintahan Kecamatan Pasirwangi dengan vendor atau perusahaan yang ada di wilayah setempat.
Dia berharap pemasangan CCTV bisa diperbanyak di titik-titik rawan di wilayah Pasirwangi. Sehingga ketika terjadi bencana dimungkinkan dilakukan langkah lebih termitigasi.
Baca Juga: Unik Banget Nih! Karakter Mickey Mouse Menyatu dengan Batik Garut...
"Pasirwangi ini banyak titik rawan bencananya, terutama potensi bencana longsor, karena kondisi daerahnya memang perbukitan. Hampir semua desa rawan bencana dan banyak masyarakat tinggal di area rawan bencana ini," ujar Saeful Hidayat.
Ada sebanyak 12 desa di Kecamatan Pasirwangi. Yakni Desa Barusari, Karyamekar, Padaasih, Padamukti, Padamulya, Padasuka, Padaawas, Pasirkiamis, Pasirwangi, Sarimukti, Sirnajaya, dan Talaga.
Dari rentang 1 Januari hingga 26 Oktober 2021, di wilayah Kecamatan Pasirwangi tercatat sebanyak lima kejadian longsor di antara desa-desa tersebut.
"Yang paling parah, dan jumlahnya terbanyak terdampak yaitu di Desa Karyamekar, Kampung Cintok," ujarnya.***(zainulmukhtar)
Editor : inilahkoran

