Ketika Penyandang Disabilitas Netra Dilatih Jadi Barista

Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna bekerjasama dengan Siloam Center for the Blind melatih para penyandang disabilitas netra meracik kopi.

Ketika Penyandang Disabilitas Netra Dilatih Jadi Barista
Para disabilitas netra dilatih jadi barista
INILAH, Bandung- Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna bekerjasama dengan Siloam Center for the Blind melatih para penyandang disabilitas netra meracik kopi.
 
Kepala BRSPDSN Wyata Guna, Sudarsono mengatakan hal ini sebagai upaya meningkatkan kemampuan khusus bagi penyandang tuna netra. Dia ingin, mereka mempunyai keterampilan, dalam hal ini keterampilan hidup.
 
"Dengan kerjasama ini, kita mendapat pelatihan, instrukturnya dari Korea yang sudah mempunyai pengalaman dalam pelatihan-pelatihan barista, sebelumnya pelatihan seperti ini sudah dikembangkan di Mongolia," katanya di BRSPDSN Wyata Guna, Jalan Padjajaran, Kota Bandung, Rabu (13/3/2019).
 
Wyata Guna dipilih menjadi bagian untuk pengembangan pelatihan barista di Indonesia dari Siloam, dengan waktu pelatihan empat bulan, dan semua pembiayaan dari pihak Siloam Korea.
 
Menurut Sudarsono, untuk awalnya, instruktur barista di Korea akan mengajarkan instruktur yang dipilih dari Wyata Guna, yang nantinya akan mengajarkan ilmu tentang meracik kopi ke penyandang disabilitas netra lain.
 
"Nantinya, mereka akan dilatih bagaimana menjalankan bisnis barista juga, pihak Korea akan membantu kita untuk membuat cafe-cafe tempat mereka bekerja juga," katanya.
 
Dia menambahkan dengan adanya informasi tentang pelatihan barista ini, bisa menumbuhkan minat para penyandang disabilitas dan ikut meramaikan beberapa cafe di Bandung.
 
"Nantinya konsumen bisa membandingkan racikan dari temen-temen juga bisa bersaing, karena di Korea, program seperti ini terbilang berhasil," ucapnya.
 
Penyandang disabilitas netra yang diikutsertakan bukan dari 'total blind', namun low vision, karena itu salah satu persyaratan menjadi peserta pelatihan barista ini.
 
Selain itu, peralatan yang digunakan sama seperti peralatan barista pada umumnya, karena target dari pelatihan ini bekerja di cafe umum seperti biasa.
 
"Peralatan yang digunakan tidak ada yang khusus, diharapkan nantinya mereka bisa bekerja di cafe umum bukan cafe khusus," ucap Sudarsono.
 
Sementara itu, salah seorang peserta Jaenal mengatakan berharap bisa mengikuti pelatihan ini dengan baik, karena ilmunya sangat bagus.
 
"Diharapkan bisa mengambil semua ilmunya, yang saya tau belajar barista itu mahal, nantinya lulusan terbaik juga akan disekolahkan barista di Korea, selain itu bisa dapat kerja juga," harapnya.


Editor : inilahkoran