Ketika Santap Bergizi Menyisakan Cemas
SEBANYAK 18 siswa SDN Garuda mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG. Kekhawatiran orang tua pun kembali muncul.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Jam makan semestinya menjadi bagian menyenangkan dari hari sekolah. Namun, bagi sejumlah siswa SDN Garuda di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru berujung pada keluhan kesehatan.
Sebanyak 18 siswa mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang disiapkan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jambudipa 1. Peristiwa itu terjadi dua hari berturut-turut, Selasa (29/9) hingga Rabu (30/9).
Kepala SDN Garuda Apud Sukirman mengatakan, pada hari pertama terdapat 10 siswa yang mengeluhkan kondisi kesehatan. Sehari berikutnya, delapan siswa kembali mengalami keluhan serupa.
“Selasa 29 September terdampak 10 orang, Rabunya bertambah 8, jadi total 18 siswa. Satu anak sempat sesak napas, langsung kami bawa ke IGD RSUD Lembang,” kata Apud, Kamis (1/10).
Kondisi tersebut membuat pihak sekolah bergerak cepat. Tanpa menunggu koordinasi dengan pengelola dapur, siswa yang membutuhkan penanganan langsung dibawa ke fasilitas kesehatan.
“Saat itu belum sempat koordinasi dengan dapur karena ini soal nyawa, saya ambil keputusan langsung bawa ke Puskesmas,” ujarnya.
Petugas Puskesmas tetap memberikan pelayanan hingga malam. Bagi sekolah, keselamatan siswa menjadi hal yang harus didahulukan ketika keluhan kesehatan muncul.
“Kami bawa ke Puskesmas sampai jam 8 malam, alhamdulillah masih ada petugas yang berjaga. Ini tanggung jawab kami sebagai penerima manfaat dan keselamatan anak didahulukan,” kata Apud.
Kabar baik datang setelahnya. Kondisi para siswa dilaporkan berangsur membaik. Bahkan, siswa yang sempat mendapat perawatan di rumah sakit diperbolehkan pulang dalam waktu kurang dari 24 jam.
Pada Kamis pagi, sebagian siswa telah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar. Namun, sekolah mempersingkat jam belajar dan memulangkan siswa pada pukul 10.00 WIB, dua jam lebih awal dari jadwal biasanya.
Di tengah kondisi yang mulai membaik, kekhawatiran belum sepenuhnya hilang. Sebab, menurut Apud, kejadian serupa sebelumnya juga pernah terjadi pada dapur SPPG Jambudipa 1.
(agus satia negara/gin)
Editor : Inilahkoran

