Kim Hye Yoon Ungkap Alami Pelecehan dan Sering Dimarahi oleh Staff saat Awal Debut di Dunia Akting
Tidak hanya ditolak dan harus mengikuti 100 audisi, Kim Hye Yoon juga harus mengalami pelecehan hingga seeing dimarahi staff di lokasi syuting.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Perjalanan Kim Hye Yoon untukmenjadi seorang aktris ternyata tidak mudah, dia harus menghadapi penolakan bahkan mengikuti 100 audisi.
Penolalan ini Kim Hye Yoon alami karena masalah tinggo badan yang hanya 158 cm yang dinilai tidak cocok untuk mendapatkan sebuah peran dalam drama.
Baru-baru ini, Kim Hye Yoon merenungkan perjuangannya selama tujuh tahun sebagai aktris pendatang baru, sebuah periode yang ditandai dengan lebih dari 100 audisi dan penolakan terus-menerus sebelum akhirnya mendapatkan pengakuan.
Kim HyeYoon mengungkapkan bahwa dia mulai menekuni dunia akting pada usia 17 tahun, pergi sendirian menggunakan transportasi umum untuk mengikuti les akting.
Peran pertamanya datang sembilan bulan kemudian sebagai aktris cilik dalam drama TV 'Novel: Samsaengi', tetapi pengalaman itu jauh dari menggembirakan.
“Saya sangat gugup hingga merasa kesepian. Saat pengambilan gambar jarak jauh, saya tidak berakting karena saya bahkan tidak tahu bahwa saya seharusnya berakting,” kenangnya.
Kebingungan itu menyebabkan kritik keras di lokasi syuting, termasuk komentar seperti “apa gunanya memiliki pengucapan yang bagus jika Anda tidak bisa berakting dengan benar? Itulah mengapa Anda seorang amatir.”
Meskipun sering dimarahi, Kim Hye Yoon mengatakan dia berusaha untuk tetap kuat secara mental.
“Jika saya membiarkan diri saya merasa terlalu putus asa, saya akan semakin terpuruk di lokasi syuting. Saya harus terus mengingatkan diri sendiri untuk bertahan,” tuturnya.
Kim Hye Yoon juga bercerita tentang serangkaian audisi yang gagal. “Saya selalu berpikir, 'Saya mungkin hanya akan ditolak lagi,'” katanya.
Salah satu alasan penolakan yang berulang adalah tinggi badannya, yang menjadi sumber rasa tidak percaya diri yang besar.
Kim Hye Yoon mengakui, “tinggi saya 158 cm, tetapi saya sangat menginginkan peran itu sehingga saya menulis 160 cm sebagai gantinya.”
Yang lebih menyedihkan, Kim Hye Yoon mengungkapkan bahwa pelecehan verbal terkadang melewati batas.
“Ada kata-kata yang sangat kasar sehingga tidak bisa disiarkan. Saya mendengar banyak kata-kata kotor di lokasi syuting,” ungkapnya.
Beban emosionalnya sangat berat, karena dia sering menangis dalam perjalanan pulang. “Saya menangis di mobil, di bus, dan bahkan di kereta bawah tanah hampir setiap hari.”
Selama lebih dari tujuh tahun, Kim Hye Yoon tampil dalam sekitar 50 produksi, sebagian besar dalam peran kecil.
Dia mengungkapkan bahwa dia tidak menandatangani kontrak dengan agensi sampai setelah 'SKY Castle' berakhir pada tahun 2018. Sebelum itu, Kim Hye Yoon melakukan perjalanan sendirian ke lokasi syuting dan menahan waktu menunggu yang lama tanpa mendapatkan kesempatan untuk berakting.
Terlepas dari kesulitan yang dialaminya, Kim Hye Yoon tetap mengingat kebaikan beberapa anggota staf.
“Mereka memberi saya kompres hangat dan memasang pemanas selama musim dingin,” ujarnya.
Namun, Kim Hye Yoon sering menolak bantuan, karena percaya bahwa dia belum “pantas” menerimanya.
Pola pikir ini menyebabkan konsekuensi serius ketika Kim Hye Yoon menderita radang dingin saat masih menjadi siswa SMA, yang menyebabkan jari-jarinya membengkak dan kukunya rontok.
Pengakuan emosional Kim Hye Yoon telah menyentuh hati para penonton, mengungkap perjuangan yang seringkali tersembunyi dari aktor pendatang baru di industri hiburan Korea dan memicu diskusi baru tentang perlakuan di lokasi syuting dan dinamika kekuasaan.***
Editor : Irma Nurfajri


