Kimia Farma Perkuat Ekosistem Farmasi Skala Nasional dan Global

Kimia Farma Perkuat Ekosistem Farmasi Skala Nasional dan Global
KEMITRAAN: Kimia Farma memperkuat ekosistem farmasi skala nasional dan global. Di IPEX 2026, Unit Toll Manufacturing memamerkan kapabilitas dan aset produksi sekaligus memperluas kemitraan strategis.(ISTIMEWA)

INILAH, Bandung - PT Kimia Farma Tbk melalui Unit Toll Manufacturing dan juga bersama dengan anak usahanya, PT Sinkona Indah Lestari (SIL) dan PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP) memperkenalkan kapabilitas contract manufacturing organization (CMO).

Head of Toll Manufacturing Kimia Farma Hendro Tri Pancoro mengatakan, partisipasi pada Indonesia Pharmaceutical Expo (IPEX) 2026 itu merupakan bagian dari upaya perseroan dalam mengoptimalkan kapabilitas dan infrastruktur produksi untuk mendukung penguatan industri farmasi nasional serta meningkatkan peluang kemitraan strategis di sektor manufaktur farmasi dan pelaku industri kesehatan nasional maupun luar negeri.

Kimia Farma menghadirkan kapabilitas manufaktur yang didukung fasilitas produksi di Jakarta, Banjaran (Bandung), dan Watudakon (Jombang), dengan total 24 lini produksi dan kapasitas terencana hingga 4,18 miliar unit per tahun.

Kapabilitas tersebut mencakup lini injeksi steril di Jakarta dengan kapasitas hingga 21,78 juta ampul per tahun, serta fasilitas dengan izin khusus untuk produksi narkotika, psikotropika, dan prekursor farmasi. Selain sediaan padat dan cair, Kimia Farma memiliki kapabilitas produksi softgel dan supositoria, serta produk herbal dan suplemen dalam bentuk kapsul, tablet salut, dan granul dalam kemasan sachet.

Hendro menyampaikan, layanan manufaktur kontrak merupakan peluang bagi pelaku industri farmasi untuk mengembangkan produk melalui kemitraan dengan fasilitas produksi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan ketentuan regulasi.

“Industri farmasi membutuhkan mitra produksi yang andal, memenuhi persyaratan regulasi, dan mampu mendukung pengembangan bisnis secara berkelanjutan. Melalui IPEX 2026, kami memperkenalkan kapabilitas manufaktur Kimia Farma sebagai pilihan solusi bagi mitra, mulai dari sediaan injeksi steril dan softgel hingga produk dengan persyaratan perizinan khusus. Kami membuka peluang kolaborasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tahapan pengembangan produk masing-masing mitra,” ujar Hendro.

Fasilitas produksi juga didukung ISO 9001:2015, ISO 14001, ISO 37001:2016 untuk sistem manajemen anti-penyuapan, serta keikutsertaan dalam penilaian kinerja lingkungan proper. (dnr)


Editor : Inilahkoran