Kiosagro.com Perluas Akses Pasar Petani
Berbicara pertanian di Indonesia, masih banyak ditemukan permasalahan. Mulai dari kesejahteraan petani, ketersediaan bibit, kecukupan pupuk, hingga keterserapan hasil tani yang harga jualnya hanya cukup untuk membeli bibit.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Berbicara pertanian di Indonesia, masih banyak ditemukan permasalahan. Mulai dari kesejahteraan petani, ketersediaan bibit, kecukupan pupuk, hingga keterserapan hasil tani yang harga jualnya hanya cukup untuk membeli bibit.
Untuk itu, Kiosagro.com hadir sebagai solusi. Akademisi bidang pertanian Tuhpawana P Sendjaja mengatakan, permasalahan pertanian di Indonesia itu selalu terjadi berulang-ulang hingga saat ini.
“Awalnya, perkenalan saya dengan Kiosagro.com adalah karena CEO-nya, Hadiyan Nursofyan, menjadi mahasiswa saya di Pascasarjana Universitas Winayamukti. Sebagai dosen di bidang pertanian, saya memberi tantangan kepada para mahasiswa untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada petani,” kata Tuhpawana saat softlaunching Kiosagro.com, Senin (20/5/2019) lalu.
Menurut Hadiyan, Kiosagro.com ini diperuntukkan untuk komunitas lokal yang bergerak di bidang agrobisnis dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Marketplace yang dikelola PT Kiosagro Indonesia Sejahtera ini bergerak di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kelautan ataupun hasil olahan.
Kiosagro.com diyakininya akan mempertemukan komunitas agro dengan masyarakat umum sebagai user atau pembeli. Ujungnya, terrjadi kegiatan jual-beli secara mudah dimana penjual dan pembeli sama-sama merasa untung. Marketplace berbasis Android ini aplikasinya bisa didapatkan di Playstore.
“Mimpi kami melalui Kiosagro.com adalah munculnya petani-petani milenial yang sejahtera. Bisa menciptakan petani-petani andal yang produknya bisa memenuhi permintaan ekspor. Petani yang bisa memasok kebutuhan korporat, sehingga petani Indonesia maju dan sejahtera,” jelas Hadiyan.
Dia menjelaskan, para petani, peternak, nelayan, perajin dan semua komunitas agro dapat menjual hasil panen mereka secara langsung kepada masyarakat dengan harga lebih baik. Masyarakat umum pun bisa mendapatkan harga terbaik yang lebih murah.
Sementara itu, praktisi pertanian dan penggerak UMKM Jabar Siti Nur Maftuhah menjelaskan dan memberikan gambaran kompleksnya permasalahan pertanian di Indonesia. Kompleksitas permasalahan itu bahkan berdampak pada banyaknya anak-anak petani yang enggan meneruskan usaha pertanian para orang tuanya.
“Ngeri-nya lagi, para anak-anak itu lebih memilih menjadi buruh,” sebutnya.
Dia menyebutkan, hal serupa ditemui saat berkunjung ke daerah-daerah di Jawa Barat untuk memberikan penyuluhan-penyuluhan. Persoalan-persoalan yang bisa melemahkan ketahanan pangan masyarakat itu diakuinya terjadi karena ketiadaan generasi yang meneruskan usaha pertanian.
Editor : Doni Ramdhani

