Kisah Dua Opang Paruh Baya Korban Curas di Babakan Madang, Merasa Mati Setelah Dibacok

Nahas, dua orang pria paruh baya berprofesi ojek pangkalan (opang) tiba-tiba dibacok sekelompok orang dalam aksi curas di Babakan Madang.

Kisah Dua Opang Paruh Baya Korban Curas di Babakan Madang, Merasa Mati Setelah Dibacok
Dua orang ojek pangkalan jadi korban curas di Babakan Madang.

INILAHKORAN, Babakan Madang- Dua pria paruh baya Eman Sulaeman dan Eman Suherman yang berprofesi sebagai ojek pangkalan mengaku tak menyangka menjadi korban pembacokan komplotan pencurian dengan kekerasan (Curas) pada Senin (21/4) dini hari WIB.

Diketahui, dua opang itu tiba-tiba dibacok dengan dua bilah clurit yang sengaja dibawa oleh para tersangka.

Eman Sulaeman mengalami luka parah, karena terkena bacokan di bagian punggung, pinggang dan tangan kiri, hingga sempat dirawat inap di RSUD Cibinong.

Baca Juga: Spoiler Business Proposal Episode 12: Jin Young Seo dan Cha Sung Hoon Dapat Restu, Keduanya Segera Menikah

"Tiga buah motor atau kawanan Curas awalnya cuma lewat, namun tak lama balik lagi, saya kena bacok bagian punggung, pinggang dan tangan kiri hingga saya merasa mau meninggal. Setelah saya dibacok, saya melihat mereka membawa motor Honda Beat milik saya," kata Eman Sulaeman warga Kampung Asem Reges RT 01 RW 01, Desa Sentul, Babakan Madang kepada wartawan, Selasa 5 April 2022.

Ia menerangkan, kondisinya paling parah akibat aksi komplotan Curas yang dipimpin oleh resedivis kasus serupa berinisial LL (22) tahun. Hal itu karena dirinya tidak sempat melawan dan melarikan diri.

"Teman saya, Eman Suherman hanya mengalami luka bacok di punggung. Dia langsung lari meminta pertolongan masyarakat. Kalau saya, saat itu tak hanya bisa lari, tapi juga tak bisa melawan karena posisi saya didepan, dan dikepung oleh para tersangka Curas," terangnya.

Baca Juga: Diduga Beli Konten Dea Onlyfans, Comedian Berinisial M Bakal Dipanggil Penyidik

Jika Eman Suherman, sudah bisa kembali mengojek. Hingga saat ini, Eman Sulaeman belum bisa mencari nafkah untuk keluarganya, bahkan harus mencari pinjaman atau bantuan dari sanak saudara sebesae Rp 300 ribu untuk rawat jalan pertiga hari.

"Tangan saya masih tak bisa digerakkan, hingga tak bisa mengojek dengan penghasilan Rp 50 hingga 100 ribu perhari, untung sebelum kejadian naas tersebut,anak dan istri diterima bekerja walaupun statusnya buruh harian," tutur Eman Sulaeman.

Kepada Sat Reskrim Polres Bogor, ia mengucapkan banyak terima kasih. Karena motor satu-satu miliknya sebagai sandaran hidup dalam mencari rezeki, berhasil ditemukan.

Baca Juga: Resep Takjil Ramadhan Oreo Dessert⁣⁣, Coklatnya Menggoda

"Saya berterima kasih kepada Kapolres Bogor dan jajaran, yang dengan berbagai upaya berhasil menangkap para tersangka Curas dan menemukan motor saya. Selain itu, kami berdua juga mendapatkan bantuan sembako dan uang tunai untuk berobat jalan," ucapnya. (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran