KJRI Jeddah Gelar Pelatihan Kewirausahaan Ekspor

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menggelar kegiatan pelatihan kewirausahaan ekspor. 

KJRI Jeddah Gelar Pelatihan Kewirausahaan Ekspor
INILAH, Madinah - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menggelar kegiatan pelatihan kewirausahaan ekspor. 
 
KJRI menggandeng Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan menggelar pelatihan kewirausahaan ekspor bagi kalangan WNI, khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI).
 
Pelatihan berlangsung pada Jumat (29/3/2019) lalu di Kantor Haji Daerah Kerja Madinah tersebut mendatangkan Nursyamsu Mahyuddin, seorang praktisi ekspor-impor dari Jakarta.
 
Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah Mohamad Hery Saripudin, dalam sambutannya menyatakan kegiatan pelatihan ekspor ini sejalan dengan kebijakan dan arahan pemerintah pusat kepada seluruh perwakilannya di luar negeri yang menitikberatkan pada diplomasi promosi ekonomi dan perdagangaan.
 
Diaberharap melalui pelatihan ini peserta yang umumnya para PMI dan mahasiswa agar tidak sekedar mendapatkan wawasan atau ilmu tentang ekspor, melainkan juga harus berani menjajal menjadi pengusaha ekspor.
 
"Kalau setelah acara ini bapak-bapak dan ibu-ibu belum terdorong, termotivasi untuk menjadi eksportir atau pengusaha, berarti acara gagal," ucap Hery dalam rilis yang diterima, Minggu (31/1/2019).
 
Senada dengan itu, Kepala Balai Besar PPEI Noviani Vrisvintati memotivasi peserta agar menjadikan pelatihan ini sebagai bekal untuk menangkap berbagai peluang berwirausaha dalam rangka meraih kesejahteraan yang lebih baik.
 
Pelaksana Fungsi Ekonomi Bachtiar menyebutkan, program pelatihan ini merupakan tahap lanjutan dari serangkaian upaya KJRI untuk mendorong ekspor ke Arab Saudi. Yakni, meningkatkan peran PMI dari konsumen yang telah memiliki jaringan sosial di Arab Saudi menjadi agen penjualan produk Indonesia.
 
Sementara itu, Nursyamsu Mahyuddin menjelaskan seluk-beluk yang berkaitan dengan bisnis ekspor beserta tantangan dan peluangnya. Eksportir itu diakuinya tidak berurusan langsung dengan beacukai karena sudah ada lembaga tertentu yang menangani urusan kepabeanan.
 
"Bapak dan ibu tinggal tentukan produk yang akan dijual, cari pembelinya dan kemudian tentukan cara pengirimannya," ujar pengusaha eksportir dan fasilitator BBPPEI tersebut.
 
Kemudian dia berbagi kiat memulai usaha ekspor, antara lain, menetapkan produk yang akan dipasarkan, perlengkapan bisnis (kartu nama, katalog), akun media sosial, memanfaatkan dukungan instansi dan asosiasi terkait, melakukan promosi dengan membangun relasi offline dan online, menyiapkan sampel produk dan ikuti pameran dagang.
 
KJRI Jeddah terus berupaya meningkatkan volume ekspor berbagai produk Indonesia ke Arab Saudi. Selain aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pameran dagang, KJRI Jeddah melalui tim ekonomi dan perdagangan juga aktif mendatangi para importir, wholeseller hingga retailer, instansi pemerintah dan asosiasi dagang di berbagai wilayah Arab Saudi.
 
Bahkan, pada Desember 2018 lalu KJRI Jeddah berhasil menyelenggarakan pameran tunggal produk Indonesia setelah selama 26 tahun mati suri.


Editor : inilahkoran