KKP Gandeng ITB Kembangkan Monitoring Penyu Berbasis Aplikasi di Wilayah 3T
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan sistem monitoring penyu berbasis semidigital di wilayah 3T.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan sistem monitoring Penyu berbasis semidigital di wilayah 3T.
Kepala Pusat Kebijakan Strategis KKP Syamdidi mengatakan, program yang dikembangkan di Desa Eilogo, Kecamatan Sabu Liae, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur itu untuk mendukung konservasi penyu di wilayah 3T.
Menurutnya, program tersebut bertujuan meningkatkan peran masyarakat pesisir dalam melindungi penyu dan habitatnya melalui pendekatan yang sederhana, partisipatif, dan sesuai dengan kondisi setempat.
"Pendekatan yang sederhana, partisipatif, dan sesuai dengan kondisi setempat penting agar sistem monitoring dapat digunakan secara berkelanjutan oleh masyarakat," kata Syamdidi dikutip dari Antara, Jumat (31/7/2026).
Dia menuturkan, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Desa Eilogo masih menghadapi keterbatasan infrastruktur telekomunikasi serta tingkat literasi digital yang beragam.
Program tersebut memanfaatkan aplikasi KoboCollect yang dapat digunakan untuk menginput data meski tanpa jaringan internet.
Syamdidi menjelaskan, aplikasi tersebut diadaptasi dari instrumen pendataan milik Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dengan penambahan parameter suhu dan pH tanah guna memperkaya data hasil observasi.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengisi formulir pemantauan sekaligus mendokumentasikan kondisi lapangan menggunakan telepon genggam.
Data yang direkam secara luring (offline) kemudian dapat disinkronkan ketika perangkat kembali terhubung dengan jaringan internet.
Syamdidi mengatakan penggunaan aplikasi tersebut diharapkan membuat pelaporan kondisi habitat penyu menjadi lebih praktis, terstruktur, dan fleksibel, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan perangkat yang telah dimiliki masyarakat.
Program pengabdian masyarakat tersebut dipimpin Mutiara Rachmat Putri dari Kelompok Keahlian Oseanografi Lingkungan dan Terapan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB. KKP turut terlibat dalam kegiatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai literasi laut dan konservasi penyu.
Pelaksanaan program pada 2026 mencakup tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring berkelanjutan.
Sasaran utama program adalah Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Pantai Hidup Rukun di Desa Eilogo untuk melakukan observasi dan pelestarian kawasan pendaratan penyu.
Selain memperkuat kapasitas kelompok konservasi, program juga menyasar generasi muda melalui kegiatan literasi laut bagi siswa sekolah menengah atas.
Kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian penyu dan kesehatan ekosistem pesisir sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam upaya konservasi laut.
Program ini juga melibatkan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), sejumlah kelompok masyarakat pengawas di Kabupaten Sabu Raijua, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta akademisi Universitas Nusa Cendana.
Editor : Doni Ramdhani

