INILAH, Bandung- Klarifikasi Dubes Arab untuk Indonesia ini menepis berbagai spekulasi yang menimpa Habib Rizieq Shihab beberapa pekan lalu.
Seperti diketahui, HRS terkait insiden pemasangan bendera tauhid yang terletak di dinding bagian belakang kediamannya.
Sebelumnya keterangan tertulis Dubes Indonesia untuk Arab Agus Maftuh Abegebriel usai insiden yang menimpa Habib Riziek menyebutkan, bendera dengan tulisan kalimat tauhid dianggap sebagai simbol ekstremisme.
"Arab Saudi melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut dan lambang apapun yang berbau terorisme seperti ISIS, al-Qaedah, Al-Jamaah Islamiyah dan segala kegiatan yang berbau terorisme dan ekstremisme," sebut Agus,.
Penjelasan Dubes Arab memberi pesan penting soal status hukum Rizieq yang selama ini disimpangsirukan terkait dengan bendera kalimat tauhid yang menempel di dinding belakang rumahnya. Klarifikasi ini juga berdampak memulihkan moral Habib Rizieq yang dikesankan memiliki masalah hukum di wilayah hukum Kerajaan Saudi Arabia.
Pemulihan moral HRS ini tentu akan memberi dampak bagi pengikutnya di Tanah Air, khususnya dalam menghadapi Pemilu 2019 mendatang. Habib Rizieq yang dalam berbagai kesempatan memberikan dukungan politik kepada pasangan Prabowo-Sandi. Bahkan, dalam ijtimak ulama II, Rizieq menyerukan agar rumah-rumah para simpatisannya dijadikan posko pemenangan pasangan Prabowo-Sandi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dubes Arab untuk Indonesia Osama bin Muhammed Abdullah al-Shuaibi mengklarifikasi soal status hukum HRS.
Menurut dia, jika HRS memiliki masalah hukum, tentu pemerintah Kerajaan Saudi Arabia (KSA) akan memprosesnya. "Saya kira Habib Rizieq bukan sosok yang menakutkan," sebut Osama.
Dalam kesempatan tersebut Osama juga memastikan HRS bukanlah sosok yang memiliki persoalan hukum di Kerajaan Saudi Arabia (KSA). Menurut dia, jika Rizieq memiliki masalah hukum, tentu saat ini telah masuk penjara.
"Seandainya Habib Rizieq memiliki masalah di kerajaan Arab Saudi tentu dia sudah di penjara," Osama memastikan.