Klarifikasi Ferizka Prihadi dan Orang Tua Bayi Soal Video Viral Totok Sirih
Bersama dengan orang tua sang bayi, Ferizka meluruskan berbagai tudingan miring yang beredar di media sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemilik praktik terapi totok sirih yang tengah menjadi sorotan tajam, Ferizka Prihadi, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait video viral seorang bayi yang menangis histeris saat menjalani pengobatan.
Bersama dengan orang tua sang bayi, Ferizka meluruskan berbagai tudingan miring yang beredar di media sosial.
Klarifikasi ini muncul setelah video tersebut memicu kecaman luas, bahkan membuat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) turun tangan karena dugaan adanya kekerasan fisik pada anak.
Ferizka Prihadi: Video Bukan dari Akun Pribadi Kami
Ferizka menegaskan bahwa video yang memicu kegaduhan tersebut bukan diunggah oleh pihaknya. Ia menyebutkan bahwa praktik terapinya tidak memiliki akun resmi di platform TikTok, tempat video tersebut pertama kali viral.
"Jadi di sini Ika ingin mengklarifikasi, bahwa video yang viral ini bukan dari akun Ika pribadi karena kita enggak ada akun TikTok," ujar Ferizka.
Ia juga menyayangkan adanya komentar-komentar negatif yang dianggap tidak berdasar terhadap pasiennya yang masih balita. Menurutnya, unggahan tersebut awalnya dimaksudkan sebagai bentuk antusiasme, namun justru disalahartikan oleh warganet.
Orang Tua Bayi Buka Suara: Tidak Ada Unsur Paksaan
Senada dengan Ferizka, ibu dari bayi yang videonya viral melalui akun TikTok @intan.retno.safit juga memberikan pembelaan. Ia menyatakan bahwa membawa anaknya ke tempat terapi tersebut adalah keputusan pribadi tanpa paksaan dari pihak mana pun.
"Saya selaku pemilik video anak saya, itu sebenarnya memang atas kemauan saya dan tidak ada unsur paksaan," tegasnya.
Ia juga menepis kekhawatiran warganet mengenai kondisi fisik sang anak setelah menjalani terapi totok sirih yang dinilai keras. "Tidak ada yang terjadi di badan anak saya, luka, kaki patah itu tidak ada, apa-apa," tambahnya.
Sang ibu menjelaskan bahwa alasannya mengunggah video tersebut ke media sosial adalah karena merasa bahagia melihat perkembangan kesehatan buah hatinya setelah menjalani terapi.
"Saya upload sebagai apresiasi karena saya senang, anak saya sembuh, karena keinginan saya tercapai," ungkapnya mengakhiri klarifikasi.
Editor : Firda Rachmawati


