Terapis Totok Sirih Viral Buka Suara: Gunakan Media Kayu untuk Syaraf Sejak 2012

Ferizka Prihadi (Ika), memberikan penjelasan mendalam mengenai metode totok sirih klarifikasi.

Terapis Totok Sirih Viral Buka Suara: Gunakan Media Kayu untuk Syaraf Sejak 2012
Terapis Totok Sirih Viral Buka Suara: Gunakan Media Kayu untuk Syaraf Sejak 2012

INILAHKORAN.ID - Pemilik praktik pengobatan alternatif yang tengah viral, Ferizka Prihadi (Ika), memberikan penjelasan mendalam mengenai metode totok sirih yang dilakukannya kepada bayi hingga dewasa. 

Di tengah sorotan tajam warganet terkait penggunaan alat bantu, Ika mengonfirmasi bahwa penggunaan media kayu memang menjadi bagian dari teknik pengobatannya.

​Penjelasan ini menanggapi keresahan publik setelah video seorang bayi menangis histeris saat diterapi di bagian kepala beredar luas di media sosial.

​Gunakan Media Kayu untuk Menotok Bagian Syaraf

​Ika menjelaskan bahwa praktik yang ia jalankan bukanlah metode baru. Ia mengklaim telah menekuni bidang ini selama lebih dari satu dekade.

Alat kayu yang sempat dicurigai warganet dalam video tersebut diakui sebagai media utama untuk menyasar titik-titik syaraf tertentu.

​"Bukan sebulan dua bulan, Ika buka totok sirih ini dari 2012, dan memang kita menggunakan media kayu, notok bagian syaraf," ungkap Ika secara transparan.

​Perbedaan Porsi terapi Bayi dan Dewasa

​Mengenai video bayi yang viral saat dilakukan tindakan di area kepala, Ika memastikan bahwa dirinya memiliki standarisasi yang berbeda-beda untuk setiap pasien tergantung pada kategori usia. Ia menepis anggapan bahwa dirinya menyamaratakan kekuatan totok antara orang dewasa dan balita.

​"Seperti di video bayi itu kan ditotok bagian kepala, cuman untuk dewasa dan anak-anak beda porsinya," ujarnya menjelaskan prosedur tersebut.

​Baru Satu Tahun Membuka Praktik di Palembang

​Meskipun baru menjadi perbincangan hangat saat ini, Ika mengungkapkan bahwa dirinya memiliki basis pengalaman yang cukup panjang di ibu kota sebelum akhirnya pindah ke Sumatera Selatan.

​"Di Palembang ini Ika baru buka satu tahun, karena sebelumnya tuh di Jakarta," tambahnya.


Editor : Ardi