Besok RUPST Bank bjb Digelar, Sosok Dirut Anyar Disorot

Penentuan Direktur Utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank bjb besok, dipastikan menjadi momentum krusial bagi arah bisnis bank bjb.

Besok RUPST Bank bjb Digelar, Sosok Dirut Anyar Disorot
Penentuan Direktur Utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank bjb besok, dipastikan menjadi momentum krusial bagi arah bisnis bank bjb.

INILAHKORAN.ID - Penentuan Direktur Utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank bjb besok, dipastikan menjadi momentum krusial bagi arah bisnis bank daerah terbesar di Jawa Barat tersebut.

Sekretaris Daerah Jawa Barat sekaligus Komisaris Bank bjb, Herman Suryatman menegaskan, kewenangan penentuan pucuk pimpinan sepenuhnya berada di tangan Pemegang Saham Pengendali (PSP).

“Otoritasnya kan nanti di PSP (Pemegang Saham Pengendali) ya,” ujar Herman di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (27/4/2026).

Meski begitu, ia berharap proses RUPST berjalan tanpa hambatan dan menghasilkan keputusan terbaik bagi keberlanjutan perusahaan. 

“In syaa Allah lungsur lancar, mulus rahayu, berkah selamat. bjb adalah bank sistemik yang harus kita jaga dengan baik dan saya ditugaskan Pak Gubernur (Dedi Mulyadi),” katanya.

Herman mengungkapkan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menitipkan tiga target besar yang harus diwujudkan oleh manajemen Bank bjb ke depan. Fokus pertama adalah peningkatan kinerja keuangan, yang berujung pada naiknya dividen bagi daerah.

“Tentu target Pak Gubernur adalah ada tiga ya, sesuai dengan PP, sesuai dengan Permendagri, terkait dengan BUMD. Satu, harapan Pak Gubernur bagaimana bjb bisa meningkatkan pendapatan yang ujungnya deviden harus meningkat,” jelasnya.

Peningkatan dividen dinilai krusial karena berdampak langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

“Sehingga PAD kita bisa meningkat kalau deviden dari bjb meningkat, karena bjb bank yang sehat dan menjadi kebanggaan kita. Pak Gubernur mengharapkan kinerjanya harus lebih baik,” tegasnya.

Dalam kapasitasnya sebagai komisaris, Herman menegaskan dirinya ditugaskan untuk memperkuat fungsi pengawasan sekaligus memberi masukan strategis agar kinerja perusahaan terus terdongkrak.

“Dan saya ditugaskan di sana semata-mata untuk mengawasi, untuk memberikan masukan agar pendapatannya meningkat, labanya meningkat,” ujarnya.

Target jangka pendek pun telah dipatok kata Herman, utamanya pada tahun ini. Di mana diharapkan Bank bjb mampu mencatatkan laba progresif.

“Terutama tahun ini nih. Mudah-mudahan labanya bisa meningkat sehingga deviden meningkat,” imbuhnya.

Selain aspek keuangan, Bank bjb juga didorong menjadi role model layanan perbankan daerah. Herman menyebut, kualitas layanan harus meningkat secara menyeluruh.

“Yang kedua, bjb ini kan perbankan milik Pemda. Tentu Pak Gubernur berharap bisa menjadi contoh layanan bank terbaik itu ya bjb. Layanan bank terbaik bjb. Bank yang bisa melayani lebih cepat, lebih murah, lebih mudah, lebih baik, dan lebih aman. Faster, cheaper, easier, better,” ungkapnya.

Target ketiga tak kalah strategis, yakni mendorong peran Bank bjb sebagai motor penggerak ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor UMKM.

“Dan yang ketiga, tentu Pak Gubernur juga berharap melalui komisaris, melalui kami, bagaimana bjb bisa menggerakkan perekonomian daerah. Sektor UMKM harus menjadi atensi,” katanya.

Ia menambahkan, potensi UMKM di Jawa Barat sangat besar, termasuk sektor industri lokal seperti genteng di Jatiwangi dan Plered, yang membutuhkan dukungan pembiayaan dan pembinaan berkelanjutan.

“bjb itu menjadi bank terdepan untuk melakukan pembinaan dan fasilitasi kreditnya. Tentu harus sesuai dengan kaedah-kaedah perbankan,” jelasnya.

Terkait figur Direktur Utama yang akan ditetapkan dalam RUPST, Herman menekankan dua syarat utama yang tidak bisa dikompromikan, integritas dan profesionalitas.

“Nomor satu, Pak Gubernur sudah kali menyampaikan nomor hiji mah jujur di bank itu, integritas. Kedua, profesionalitas. Integritas nomor satu, berikutnya profesionalitas,” tandasnya.

Ia menegaskan, industri perbankan bertumpu pada kepercayaan publik sehingga reputasi harus dijaga dengan ketat. 

“Karena bank ini kan bisnis kepercayaan, dan itu yang harus dijaga, reputasi harus dijaga,” pungkasnya.***


Editor : JakaPermana