Trotoar Gasibu Bandung Diperbaiki Usai Tuai Kritik, Akses Zebra Cross Disesuaikan

Pemprov Jabar mulai memperbaiki trotoar Gasibu Bandung yang dinilai menyulitkan pejalan kaki saat mengakses zebra cross.

Trotoar Gasibu Bandung Diperbaiki Usai Tuai Kritik, Akses Zebra Cross Disesuaikan
Istimewa

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai memperbaiki desain trotoar di kawasan Gasibu, Kota Bandung, setelah sebelumnya menuai kritik karena dinilai menyulitkan pejalan kaki saat mengakses zebra cross.

Perbaikan trotoar Gasibu Bandung ditandai dengan pembongkaran sejumlah bagian yang berada tepat di titik penyeberangan jalan. Area yang sebelumnya memiliki perbedaan ketinggian cukup signifikan dengan zebra cross kini mulai disesuaikan agar lebih mudah dilalui masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap berbagai keluhan yang muncul sejak penataan kawasan Gasibu rampung dikerjakan. Sejumlah pejalan kaki menilai desain trotoar yang terlalu tinggi mengurangi kenyamanan dan kemudahan akses saat menyeberang.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat Agung Wahyudi menjelaskan, penataan kawasan Gasibu masih berada dalam tahap pelaksanaan kontrak konstruksi sehingga sejumlah penyesuaian teknis masih dapat dilakukan.

"Saat ini paket pekerjaan penataan Gasibu masih dalam tahap pelaksanaan kontrak konstruksi. Perbedaan elevasi antara trotoar untuk pejalan kaki dan tempat penyeberangan diperlukan penyesuaian kondisi elevasi di lapangan," ujar Agung dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Akses Trotoar ke Zebra Cross Disempurnakan

Menurut Agung, perbaikan trotoar Gasibu tidak hanya difokuskan pada penyesuaian ketinggian, tetapi juga mencakup penyempurnaan akses penghubung antara jalur pedestrian dan zebra cross.

"Sebagai langkah tindak lanjut adalah penyesuaian elevasi antara trotoar untuk pejalan kaki dan tempat penyeberangan serta pembuatan akses pejalan kaki menuju zebra cross atau sebaliknya," ucapnya.

Penyesuaian tersebut diharapkan membuat perpindahan pejalan kaki dari trotoar menuju zebra cross maupun sebaliknya menjadi lebih mudah dan aman.

trotoar Gasibu Sebelumnya Disorot Dedi Mulyadi

Sorotan terhadap trotoar Gasibu sebelumnya juga datang dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dedi menilai terdapat bagian trotoar yang terlalu tinggi, khususnya pada jalur penghubung dari kawasan Monumen Perjuangan (Monju) menuju Gasibu.

"Mengenai zebra cross (trotoar) yang dari arah Monju ke Gasibu, itu saya melihat memang terlalu tinggi," kata Dedi.

Atas temuan tersebut, Dedi meminta DBMPR segera melakukan evaluasi dan mencari solusi yang lebih ramah bagi pejalan kaki.

Salah satu opsi yang diusulkan adalah menambahkan undakan atau trap sehingga akses menuju trotoar tidak terlalu curam.

"Saya sudah meminta Kepala PU (DBMPR) untuk melakukan evaluasi dengan membuat undakan, sehingga naiknya ada trap-nya, tidak langsung dari jalan raya ke trotoar," tuturnya.

Diminta Ramah untuk Pejalan Kaki dan Disabilitas

Dedi juga menegaskan bahwa penataan ruang publik harus memperhatikan kebutuhan seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas.

Karena itu, jalur akses yang aman dan inklusif menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kawasan Gasibu.

"Dan dibuatkan jalur untuk penyandang disabilitas dengan satu catatan bahwa trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan untuk pedagang, bukan untuk pemotor maupun pesepeda," ujarnya.

Perbaikan trotoar Gasibu diharapkan dapat menjawab kritik masyarakat sekaligus memastikan fungsi utama kawasan pedestrian sebagai ruang publik yang aman, nyaman, dan mudah diakses oleh seluruh pejalan kaki.

Dengan penyesuaian elevasi serta akses menuju zebra cross, kawasan Gasibu diharapkan semakin mendukung mobilitas pejalan kaki, termasuk masyarakat yang membutuhkan aksesibilitas khusus.***


Editor : JakaPermana