Klarifikasi Pussenif TNI Soal Kembang Api di Bandung Tuai Kritikan, Netizen: Gak Masuk di Logika
Klarifikasi Penerangan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI AD soal suara kembang api yang berdurasi panjang di Bandung tuai kritikan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Klarifikasi Penerangan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI AD soal suara kembang api yang berdurasi panjang di Bandung tuai kritikan.
Pasalnya, klarifikasi Pussenif TNI soal kembang api tersebut menjadi sorotan lantaran dinilai penjelasannya tidak masuk logika.
Selain itu, di klarifikasi tersebut juga tidak menjelaskan alasan di balik adanya suara kembang api hingga lebih dari 30 menit itu.
"Kami dari Pussenif menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamannya terkait penyalaan kembang api di sekitar kantor Pussenif jalan Supratman," tulis keterangannya.
Dalam hal ini kami mencoba untuk mengakomodir bantuan teman/rekan namun kami sadari bahwa hal ini menimbulkan ketidaknyamanan terhadap sekitar lingkungan Pussenif pada malam ini.
Sehingga hal ini menjadi perhatian kami untuk kedepannya tidak terjadi lagi," demikian klarifikas Pussenif.
Klarifikasi tersebut justru mendapat kritikan tajam dari netizen.
"Ini sekelas Pussenif ga bisa hire orang humas yg oke utk bikin kata2???
Ato emang kualitasnya segini aja??," tulis erypuspa.
"APOLOGY NOT ACCEPTED
1. Penyampaian nya kurang masuk di logika, alasan dan tatanan bahasanya tidak jelas dan logis.
2. Saya sarankan menggunakan chat gpt saja kalo memang kesusahan menyusun kalimat permohonan maaf," tulis akun izmitsya.
"Tanggung jawab dong, jangan cuma minta maaf, di sosmed pula. Waktu nyalakan kembang api 1 jam apa ya ga mikir ga mengganggu orang lain? Di masa efisiensi anggaran kok bisa bakar uang sejam. Aduuh," tulis akun ninik.
Sebelumnya diberitakan, suara kembang api terdengar nyaring dan berlangsung cukup lama, mengejutkan warga dari berbagai penjuru kota.
Menurut kesaksian warga, pertunjukan kembang api tersebut berlangsung selama kurang lebih 40 hingga 45 menit, dengan suara yang cukup keras hingga terasa mengganggu. "Antara 40 sampai 45 menit kayaknya, lama banget," ujar MRD, seorang warga yang terdengar masih terkejut dengan kejadian tersebut.
Titik asal suara kembang api tersebut diketahui berasal dari kawasan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) di Jalan Supratman, Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.
Editor : Firda Rachmawati
