Kloter Perdana Haji Jabar, 445 Orang Berangkat 22 April 2026 dari Dua Embarkasi
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Barat memastikan seluruh persiapan operasional haji 2026 berjalan matang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Barat memastikan seluruh persiapan operasional haji 2026 berjalan matang, menjelang keberangkatan kloter pertama pada 22 April 2026.
Koordinasi lintas sektor hingga penguatan layanan kesehatan menjadi fokus utama, demi menjamin kelancaran ibadah jemaah.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian menegaskan, pihaknya melakukan konsolidasi kepada seluruh unsur terkait, mulai dari bea cukai, imigrasi, otoritas bandara hingga Balai Karantina Kesehatan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan semua lintas sektor yang berkaitan dengan operasional haji di 2026 ini, baik dari bea cukai, imigrasi, pihak otoritas bandara kemudian juga BKK, Balai Karantina Kesehatan dan semua pihak yang memang terlibat dalam operasional haji 2026 ini,” ujar Boy, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, rapat koordinasi intensif telah dilakukan untuk memastikan setiap tahapan keberangkatan berjalan tanpa hambatan.
Pada keberangkatan perdana, total jemaah dan petugas yang diberangkatkan mencapai 445 orang. Mereka akan diberangkatkan melalui dua Embarkasi, yakni Bekasi dan Indramayu (Kertajati).
“Untuk jumlah jemaah haji yang diberangkatkan pada kloter pertama itu ada 445 orang, total keseluruhan dengan petugas. Di mana akan diberangkatkan di dua embarkasi, di embarkasi Bekasi dan juga embarkasi Indramayu Kertajati,” jelasnya.
Dia merinci, jemaah asal Kota Bekasi akan berangkat dari Embarkasi Kertajati, sementara jemaah dari Kabupaten Indramayu diberangkatkan melalui Embarkasi Indramayu.
Boy mengungkapkan, seluruh kebutuhan jemaah telah disiapkan sejak sebelum keberangkatan, termasuk dokumen perjalanan hingga kebutuhan dasar selama di asrama.
“Untuk jemaah yang akan berangkat di 22 April nanti itu kami sudah siapkan, persiapkan semua kelengkapan yang dibutuhkan oleh para jemaah, baik mulai dari paspor. kemudian nanti ketika jemaah sampai di asrama itu sudah akan langsung diberikan gelang, living cost kemudian juga semua kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh jamaah,” paparnya.
Menariknya, terdapat perubahan signifikan dalam layanan tahun ini, yakni distribusi Kartu Nusuk yang dilakukan langsung di asrama haji.
“Kemudian juga pada tahun ini ada perbedaan di tahun sebelumnya bahwa kartu nusuk itu akan dibagikan di asrama haji sehingga jamaah tidak perlu lagi nanti ketika di Arab Saudi mencari kartu nusuk jadi kartu nusuk sudah disiapkan oleh pihak syarikah ketika jemaah masuk di embarkasi baik di Bekasi maupun di asrama haji di Indramayu dan itu langsung diaktifkan, sehingga ini akan sangat mempermudah jamaah ketika nanti sampai di Arab Saudi,” ungkapnya.
Dari sisi infrastruktur, Kanwil Kemenag Jabar tengah merampungkan penyempurnaan fasilitas, khususnya di Asrama Haji Indramayu.
“Untuk persiapan fasilitas, kami sedang mempersiapkan semuanya saat ini, terutama di asrama haji Indramayu semua fasilitas sudah lengkap dan kami tinggal saat ini menyiapkan atau memperbaiki dan melengkapi sedikit yang kurang-kurang,” katanya.
Penguatan layanan kesehatan menjadi perhatian serius, terutama bagi jemaah lansia dan berisiko tinggi. Tahun ini, Asrama Haji Indramayu dilengkapi klinik dengan fasilitas setara tipe A.
“Di mana ada ruang gawat darurat, kemudian ada ruang rawat inap dan fasilitas medis yang cukup lengkap,” jelas Boy.
Dia memastikan, dengan penguatan layanan kesehatan ini, penanganan kesehatan jemaah diharapkan akan lebih cepat dan optimal.
“Sehingga pada tahun ini jemaah bisa terlayani jika ada yang mengalami gangguan kesehatan di Asrama Haji, itu akan cepat dan bisa tertangani dengan baik, terutama untuk jamaah lansia dan juga jemaah berisiko tinggi,” tambahnya.
Sisi lain, pemerintah juga memperketat syarat istithaah (kemampuan kesehatan) bagi calon jamaah haji tahun ini.
“Namun yang kita upayakan adalah bahwa pada tahun ini istithaah itu sangat ketat sekali, sehingga kami juga memastikan bahwa jemaah yang datang dan akan berangkat memang sudah dipastikan benar-benar sehat dan siap untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun ini, baik jamaah lansia maupun jemaah yang mempunyai kesehatan risiko tinggi,” tegasnya.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Kanwil Kemenag Jabar optimistis penyelenggaraan haji 2026 akan berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah, sekaligus meminimalkan kendala teknis maupun kesehatan sejak dari tanah air hingga di Arab Saudi.***
Editor : JakaPermana

