KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak: Petaka Laut Jawa
LAUT Jawa menyimpan kabar yang belum selesai. Di Pelabuhan Trisakti, keluarga menanti nama-nama yang masih dalam pencarian.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Arif belum beranjak dari Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Sejak pukul 11.00 Wita, dia menunggu kabar dari tiga nama yang terus memenuhi pikirannya. Mereka masing-masing Muhammad Supardi ayahnya, Rijal anaknya, dan Mukhlis kakaknya.
Ketiganya berada di Kapal Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal itu mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa dan kemudian dilaporkan hilang kontak.
Kabar kecelakaan diterima Arif sekitar tengah malam dari keponakannya yang juga bekerja sebagai sopir lintas Jawa-Banjarmasin. Tanpa banyak waktu untuk berpikir, dia meninggalkan kawasan Basirih dan menuju pelabuhan.
Sejak saat itu, penantian menjadi panjang. Informasi yang diterimanya menyebut kapal mengalami kecelakaan setelah menghadapi gelombang besar. Namun, Arif belum mendapatkan kepastian tentang nasib tiga anggota keluarganya. Dia hanya bisa menunggu.
“Semoga ayah, anak, dan kakak saya selamat,” harap Arif, seperti dikutip dari ANTARA.
Harapan itu juga menggantung di antara keluarga penumpang lain yang memenuhi posko pencarian. Mereka datang dengan kecemasan yang sama, membawa nama-nama yang belum diketahui nasibnya.
Maolida, misalnya, datang bersama rombongan delapan orang yang sebelumnya melakukan ziarah di Surabaya. Mereka hendak kembali ke Tapin, Kalimantan Selatan, menggunakan Kapal Virgo Transport 8.
“Kami warga Tapin, rombongan ziarah delapan orang dari Surabaya mau balik ke Tapin, Kalsel. Kami berharap semuanya selamat,” ujar Maolida.
Namun, di tengah penantian itu, sesekali datang kabar yang membawa kelegaan. Bunga merasakannya. Tangis Bunga sempat pecah di Posko Induk Pencarian Pelabuhan Trisakti. Dia bahkan pingsan setelah melihat nama pamannya, Kurdi, tercantum dalam daftar 243 penumpang kapal.
Tak lama kemudian, kabar yang ditunggu datang. Kurdi termasuk dalam penumpang yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Bagi keluarga lain yang masih menunggu, kabar keselamatan Kurdi menjadi secercah harapan.
Kapal Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu, 12 September 2026, dengan membawa 243 orang. Kapal tersebut dilaporkan mengalami kecelakaan setelah menghadapi cuaca buruk dan hilang kontak sekitar pukul 02.00 Wita, Minggu, 13 September 2026.
130 dalam Pencarian
Hingga Minggu (13/9), 130 penumpang masih dalam pencarian setelah tim SAR mengevakuasi 113 orang dari total 243 orang yang berada di kapal saat mengalami kecelakaan di Laut Jawa.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pencarian masih terus dilakukan. Seluruh sumber daya yang tersedia dikerahkan untuk menemukan, menyelamatkan, dan mengevakuasi penumpang yang belum diketahui keberadaannya.
“Sehingga masih terdapat sekitar 130 penumpang dalam proses pencarian,” kata Dudy dalam konferensi pers perkembangan penanganan kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9).
Sejak laporan kecelakaan diterima, Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan Basarnas dan berbagai instansi terkait. Operasi pencarian dilakukan dengan harapan setiap penumpang yang belum ditemukan segera mendapatkan kepastian.
Bagi keluarga yang menunggu, kepastian itu jauh lebih berarti daripada sekadar angka. Satu nama yang muncul dalam daftar korban selamat bisa menjadi alasan untuk kembali bernapas lega. Sebaliknya, nama yang belum ditemukan membuat penantian terus berlanjut.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan operasi pencarian masih digelar. Tim terus menyisir lokasi untuk menemukan penumpang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Namun, data korban yang disampaikan masih dapat berubah. Proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung sehingga jumlah korban akan mengikuti perkembangan operasi di lapangan.
“Data korban ini masih bersifat sementara,” ujar Syafii.
Basarnas bersama seluruh unsur yang terlibat akan terus melanjutkan pencarian hingga seluruh penumpang yang belum ditemukan mendapatkan kepastian.
Di sisi lain, pemerintah meminta masyarakat dan keluarga penumpang memberi ruang kepada petugas untuk menjalankan operasi kemanusiaan. Informasi mengenai perkembangan pencarian juga diminta merujuk pada keterangan resmi dari pihak yang berwenang.
Kerahkan Tim DVI
Polri mengerahkan tiga kapal polisi hingga tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk mendukung operasi pencarian dan penanganan korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, mengatakan prioritas utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan, dan evakuasi seluruh penumpang maupun awak kapal.
"Polri bersama Basarnas, TNI AL, KSOP, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait terus bergerak secara terpadu untuk mempercepat proses pencarian di lokasi," katanya.
Trunoyudo mengatakan Korps Kepolisian Air dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri telah memberangkatkan tiga kapal polisi (KP) terdekat menuju lokasi kejadian.
Ketiga kapal tersebut adalah KP Laksmana-7012 dari Kalimantan Selatan dengan jarak sekitar 80 mil laut dan estimasi waktu tempuh tujuh jam, KP Ibis-6001 dari Kalimantan Tengah dengan jarak sekitar 103 mil laut dan estimasi sembilan jam, serta KP Manyar-5003 dari Surabaya dengan jarak sekitar 200 mil laut dan estimasi 24 jam.
"Kekuatan SAR terus diperkuat. Tidak hanya tiga kapal polisi, tetapi juga terdapat kapal-kapal dari unsur lainnya, dukungan dua unit helikopter, personel Basarnas, KSOP, TNI AL, Polairud, serta tim pendukung lainnya," katanya.
Polda Jawa Timur turut memberikan dukungan mengingat KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya. Direktorat Polairud Polda Jawa Timur menyiapkan tim khusus untuk mendukung operasi SAR serta berkoordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait.
Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga mendirikan Posko Pelayanan dan Pengaduan di Pelabuhan Penumpang Gapura Surya Nusantara, Tanjung Perak.
Posko tersebut berkoordinasi dengan Polres Pelabuhan Banjarmasin dan BPBD Banjarmasin terkait perkembangan penanganan dan evakuasi korban.
"Polri juga membuka layanan informasi dan pengaduan melalui Call Center 110 serta layanan Polres Pelabuhan Tanjung Perak di nomor 081918600000," ujarnya.
Selain mendukung operasi pencarian dan evakuasi, Polri menyiapkan tim DVI untuk proses identifikasi korban. Sebanyak enam posko DVI telah didirikan di wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
"Polri juga menyiapkan seluruh dukungan yang diperlukan, termasuk DVI, kesehatan, posko pelayanan, dan jalur komunikasi bagi keluarga. Semua dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan secara profesional, akurat, dan manusiawi," kata Trunoyudo.
Dia memastikan seluruh unsur Polri akan mengoptimalkan kemampuan masing-masing untuk mendukung proses evakuasi.
"Kami mengimbau masyarakat dan keluarga penumpang untuk tetap tenang serta memperoleh informasi melalui kanal resmi. Upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat ditemukan dan dievakuasi," katanya. (gin)
Editor : Inilahkoran

