KMK Bandung Raya Ajak Keluar dari Zona Nyaman, Soroti Kendurnya Peran Organisasi Mahasiswa Daerah
Soroti kendurnya peran organisasi mahasiswa daerah, Keluarga Mahasiswa Kuningan (KMK) Bandung Raya mengajak untuk kembali menggeliat keluar dari zona nyaman.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Soroti kendurnya peran organisasi mahasiswa daerah, Keluarga Mahasiswa Kuningan (KMK) Bandung Raya mengajak untuk kembali menggeliat keluar dari zona nyaman.
Melalui talkshow kepemimpinan bertajuk Organisasi Mati Gaya: Dari Jabatan ke Gerakan di Cinunuk, Kabupaten Bandung, Sabtu 8 November 2025, KMK Bandung Raya mencoba untuk merefleksi sekaligus kritik, seiring melemahnya peran organisasi mahasiswa kedaerahan.
Di mana organisasi dinilai kehilangan semangat gerak dan substansi perjuangan. Tak kurang dari puluhan organisasi mahasiswa dari berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Kuningan, Ciamis dan Subang hadir untuk berdiskusi mencari arah baru gerakan mahasiswa daerah.
Ketua KMK Bandung Raya, Mentari Agustiani menuturkan, agenda ini bukan sekadar penutup masa jabatannya sebagai Ketua KMK periode 2024–2025, tetapi sebuah warisan, yang menantang organisasi mahasiswa untuk keluar dari zona nyaman.
“Nanti organisasi daerah bukan hanya organisasi-organisasi biasa yang mungkin per hari ini masih dianggap sebelah mata. Tapi ke depannya, harus mampu berdaya dan menciptakan ruang-ruang diskusi. Hari ini KMK yang mendobrak itu,” ujar Mentari.
Ia menilai banyak organisasi mahasiswa kini kehilangan arah dan sekadar berputar pada urusan jabatan, bukan gerakan. Sebab itu, KMK Bandung Raya berupaya menciptakan ruang yang lebih hidup dan produktif bagi mahasiswa daerah agar bisa melahirkan solusi dan kolaborasi nyata dengan berbagai pihak.
“Kita membahas tentang bagaimana organisasi hari ini itu mati gaya, kurang gerakan. Maka kita ciptakan solusi dan kolaborasi untuk Kabupaten Kuningan sendiri, berdasarkan analisis kami sebagai organisasi daerah,” tambahnya.
Pembina KMK Bandung Raya, Uu Nurul Huda mengapresiasi inisiatif ini. Ia menegaskan pentingnya organisasi mahasiswa sebagai wadah membentuk karakter sosial dan kepemimpinan yang kelak dibutuhkan di masyarakat.
“Organisasi itu manifestasi manusia sebagai makhluk sosial. Dengan berorganisasi, orang akan punya nilai sosial tinggi dan terbiasa berbuat untuk kebaikan masyarakat,” tutur Uu.
Ketua KNPI Kabupaten Bandung Rifki Fauzi menilai, kegiatan semacam ini merupakan ruang pembelajaran kepemimpinan yang penting. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan bukanlah bakat alami, melainkan hasil proses panjang yang harus ditempa.
“Kepemimpinan itu harus dijadikan, bukan dilahirkan. Prosesnya harus terus dilatih. Dan agenda seperti ini menjadi ruang untuk merawat dan mengasah kemampuan itu,” kata Rifki.
Sementara itu, Demisioner Ketua HMI Cabang Kabupaten Bandung Nur Ihsan Fahira menekankan pentingnya kolaborasi antarorganisasi untuk menghadirkan gerakan yang relevan dengan zaman.
“Sekarang eranya kolaborasi. Mudah-mudahan dengan agenda ini organisasi tidak mati gaya dan bisa terus dikembangkan sesuai kebutuhan kader dan zaman,” ujar Ihsan.
Talk Show Kepemimpinan KMK Bandung Raya menjadi momentum kebangkitan bagi mahasiswa daerah, untuk bertransformasi dari simbol jabatan menuju gerakan nyata. Diharapkan, mahasiswa asal Kuningan di Bandung Raya mampu berperan aktif, tidak hanya untuk eksistensi organisasi, tetapi juga untuk memberi kebermanfaatan bagi lemah cai atau tanah kelahirannya, melalui ilmu dan aksi intelektual.***
Editor : JakaPermana


