Pemprov Jabar Dorong Sinergi Lintas Daerah Lestarikan Budaya Melayu Betawi
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) terus memperkuat sinergi lintas daerah dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya lokal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung — Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) terus memperkuat sinergi lintas daerah dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya lokal.
Salah satunya melalui kegiatan Dialog Budaya Jawa Barat bertema 'Kongko Kebudayaan Melayu Betawi' yang digelar di Gedung Juang 45 Bekasi baru-baru ini.
Acara yang diinisiasi Bidang Kebudayaan Disparbud Jabar ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, serta Lembaga Kebudayaan Melayu Betawi (LKMB). Dialog tersebut dihadiri lebih dari 100 peserta, termasuk tokoh budaya melayu Betawi, kepala dinas pengampu kebudayaan dari Kota Depok, Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, serta Kabupaten Karawang.
Dalam sambutannya, Kepala Disparbud Jabar, Iendra Sofyan menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan mewariskan kebudayaan daerah. Menurutnya, pelestarian budaya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
“Program pengembangan kebudayaan Jawa Barat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi menjadi tanggung jawab kita semua. Semua elemen masyarakat punya peran tersendiri dan punya tanggung jawab bagaimana kemudian warisan-warisan budaya yang ada di wilayahnya bisa diwariskan kembali kepada generasi muda anak cucu kita di kemudian hari,” ujar Iendra dikutip Sabtu 8 November 2025.
Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disparbud Jabar, Febiyani selaku penggagas acara menekankan bahwa keberhasilan pemajuan kebudayaan di Jawa Barat sangat bergantung pada kekuatan dan komitmen para pemangku kepentingan di masing-masing daerah.
“Keberhasilan pemajuan kebudayaan di Jabar tidak terlepas dari kekuatan dan komitmen para pemangku kepentingan di daerah masing-masing. Hal ini akan menjadi pendorong gerakan yang menguatkan sinergi multipihak dalam pemajuan kebudayaan,” jelas Febiyani.
Ia menambahkan, keterbatasan sumber daya di daerah harus diimbangi dengan semangat kolaborasi. Sinkronisasi antarinstansi dan komunitas budaya disebut menjadi strategi utama dalam mewujudkan keberlanjutan program kebudayaan di Jawa Barat.
“Di tengah keterbatasan sumber daya, sinkronisasi, sinergi, serta kolaborasi merupakan salah satu strategi penyelenggaraan pemajuan kebudayaan di Jabar dengan membangun komitmen bersama,” tambahnya.
Melalui dialog budaya ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap, warisan budaya melayu Betawi yang menjadi bagian integral dari sejarah dan identitas masyarakat Jabar bagian utara dapat terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi muda.***
Editor : JakaPermana

