Jawa Barat Jalani Penilaian IMTI 2026, Perkuat Pariwisata Ramah Muslim

Jawa Barat menjalani penilaian IMTI 2026 untuk mengukur kesiapan pariwisata ramah Muslim. Pemprov Jabar siapkan penguatan fasilitas dan layanan wisata.

Jawa Barat Jalani Penilaian IMTI 2026, Perkuat Pariwisata Ramah Muslim
Ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Jawa Barat menjalani penilaian lapangan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026 pada 12–14 Agustus 2026. Penilaian dilakukan oleh tim Kementerian Pariwisata RI bersama CrescentRating dan Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) Politeknik Pariwisata NHI Bandung untuk melihat kesiapan Jawa Barat dalam mengembangkan pariwisata ramah Muslim.

Sejumlah destinasi dan fasilitas publik menjadi lokasi penilaian, di antaranya Masjid At-Thohir, Masjid Nurul Wathon, Rumah Makan Bumi Aki, Stasiun Kereta Cepat Whoosh, Villagio Outlet, Grand Tjokro Hotel, Museum Geologi, Lembang Park & Zoo, Kartikasari hingga Bandara Husein Sastranegara.

Penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari aksesibilitas, kualitas pelayanan, hingga ketersediaan fasilitas ibadah dan kebutuhan wisatawan Muslim.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, penilaian IMTI tidak semata-mata bertujuan mengejar peringkat, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan pariwisata di Jawa Barat.

"Melalui kegiatan site visit ini, penilaian bukan sekadar mengejar peringkat, tapi menjadi ikhtiar kita untuk terus berbenah demi pelayanan yang lebih baik. Semoga langkah kita membawa maslahat bagi kemajuan pariwisata ramah Muslim di Jawa Barat dan Indonesia," ujar Erwan dalam keterangannya yang dikutip Minggu (16/8/2026).

Jawa Barat Ingin Pertahankan Juara IMTI

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Iendra Sofyan mengatakan, pengembangan pariwisata ramah Muslim terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan asosiasi pariwisata.

Menurut Iendra, Jawa Barat memiliki potensi besar untuk mempertahankan prestasi sebagai provinsi dengan pariwisata ramah Muslim terbaik di Indonesia setelah meraih peringkat pertama IMTI 2025.

"Di Jawa Barat, kami terus membangun sinergi dalam upaya memperbaiki layanan serta sarana prasarana terkait pariwisata, termasuk juga wisata halal atau pariwisata ramah Muslim," kata Iendra.

Ia menambahkan, pemerintah kabupaten dan kota, pelaku usaha pariwisata serta asosiasi terkait terus didorong untuk bersama-sama mengembangkan potensi pariwisata ramah Muslim di Jawa Barat.

Selain prestasi IMTI 2025, Jawa Barat juga meraih Anugerah Adinata Syariah 2026 serta penghargaan internasional sebagai Most Promising Muslim-Friendly Region of The Year 2026.

Infrastruktur Wisata Ramah Muslim Diperkuat

Hasil penilaian IMTI 2026 nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemprov Jawa Barat. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar telah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan untuk meningkatkan kualitas ekosistem pariwisata ramah Muslim.

Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparbud Jabar Rispiaga mengatakan, beberapa langkah yang akan dilakukan meliputi pengembangan kawasan wisata terintegrasi, peningkatan infrastruktur ramah Muslim, serta penguatan layanan berbasis digital.

"Dari masukan-masukan yang kami terima pada pelaksanaan site visit dan FGD kali ini, kami akan coba tingkatkan lagi beberapa hal yang di antaranya penyusunan delienasi wisata terintegrasi, pendampingan infrastruktur fisik sarana prasarana ramah muslim, pengembangan HalalTravelBot dan dashboard digital ramah muslim, serta peningkatan jumlah Zona KHAS Wisata di Jawa Barat," jelas Rispiaga.

Penguatan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan Muslim, sekaligus memperluas daya saing destinasi wisata Jawa Barat di tingkat nasional dan internasional.

Pasar wisata Muslim Terus Berkembang

Pengembangan pariwisata ramah Muslim dinilai semakin penting seiring pertumbuhan pasar wisata halal global.

Berdasarkan Global Muslim Travel Index, populasi Muslim dunia pada 2026 diperkirakan mencapai 2,22 miliar jiwa atau sekitar 26,8 persen dari total populasi dunia.

Dengan potensi pasar tersebut, Jawa Barat berupaya tidak hanya mempertahankan posisi sebagai salah satu destinasi ramah Muslim unggulan, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan, fasilitas, aksesibilitas, dan pengalaman wisata bagi wisatawan Muslim.***


Editor : JakaPermana