Karhutla di Jabar, 668 Hektare Lahan Terdampak

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jabar semakin meluas berdasarkan data dari BPBD sebanyak 668 hektare lahan terdampak

Karhutla di Jabar, 668 Hektare Lahan Terdampak
Ilustrasi Karhutla di Jabar

INLAHKORAN.ID - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Jawa Barat, terus meluas. Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat per Rabu (30/9/2026) pukul 07.00 WIB, tercatat 404 kejadian karhutla yang melahap total 668,25 hektare lahan.

Dampak kebakaran ini telah meluas hingga menyentuh 276 desa atau kelurahan yang tersebar di 165 kecamatan se-Jawa Barat. Kabupaten Sumedang mencatatkan diri sebagai wilayah dengan jumlah insiden tertinggi.

Pranata Humas BPBD Jabar Hadi Rahmat membenarkan eskalasi kejadian karhutla yang terjadi merata di belasan kabupaten dan kota. Pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengerahan personel untuk memadamkan titik api.

"Hingga pagi ini pukul 07.00 WIB, kami mencatat total 404 kejadian karhutla dengan luasan lahan terdampak mencapai 668,25 hektare. Kondisi kering dan angin kencang mempercepat penyebaran api, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk sama sekali tidak membuka lahan dengan cara dibakar atau membuang puntung rokok sembarangan," ujar Hadi.

Lebih lanjut, peta sebaran kejadian menunjukkan bahwa Kabupaten Sumedang menjadi titik paling rawan dengan 75 kejadian. Posisi kedua disusul oleh Kabupaten Cianjur dengan 55 kejadian, dan Kabupaten Ciamis dengan 46 kejadian.

Kemudian wilayah Kabupaten Subang (34 kejadian), Kabupaten Bandung (28 kejadian), Kabupaten Majalengka (27 kejadian), Kabupaten Sukabumi (21 kejadian), serta Kabupaten Purwakarta (20 kejadian).

"Tim di lapangan terus bersiaga. Di Sumedang, Cianjur, dan Ciamis eskalasinya memang paling tinggi, namun wilayah lain juga tetap kami pantau ketat," tambah Hadi.

Sebaran karhutla juga menyentuh berbagai wilayah lainnya. Kabupaten Kuningan melaporkan 17 kejadian, disusul Kabupaten Garut (15 kejadian), Kabupaten Bogor (14 kejadian), Kabupaten Cirebon (12 kejadian), Kabupaten Karawang (10 kejadian), dan Kabupaten Pangandaran (9 kejadian).

Sementara itu, kejadian berskala lebih kecil tercatat di wilayah perkotaan dan sekitarnya, meliputi Kota Sukabumi dengan 7 kejadian, Kota Bandung 5 kejadian, Kabupaten Bandung Barat 4 kejadian, dan Kota Depok 2 kejadian. Tiga wilayah lainnya, yakni Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Indramayu, dan Kota Cimahi masing-masing melaporkan 1 kejadian karhutla.


Editor : Ahmad Sayuti