BMKG Rilis Peringatan Dini Kekeringan Jawa Barat Berlaku 1-10 Oktober 2026

BMKG Jawa Barat merilis peta potensi kekeringan meteorologis 1-10 Oktober 2026. Sejumlah wilayah masuk status Awas, Siaga, dan Waspada kekeringan

BMKG Rilis Peringatan Dini Kekeringan Jawa Barat Berlaku 1-10 Oktober 2026
BMKG Rilis Peringatan Dini Kekeringan Jawa Barat Berlaku 1-10 Oktober 2026

INILAHKORAN.ID - Badan Meteorologi Klimatologi , dan Geofisika Jawa Barat (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah Provinsi Jawa Barat yang berlaku untuk periode 01 hingga 10 Oktober 2026.  

​Berdasarkan pemetaan terbaru dari BMKG Jawa Barat, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi berkurangnya curah hujan yang dapat berdampak pada ketersediaan air bersih dan sektor pertanian.  

​Dalam pemetaan tersebut, BMKG mengategorikan wilayah terdampak ke dalam tiga level tingkatan peringatan dini, yaitu Waspada, Siaga, dan Awas:  

​1. Status AWAS (Merah)

Wilayah yang masuk dalam kategori tertinggi ini diimbau untuk melakukan langkah antisipasi serius terkait ketersediaan pasokan air. Daerah yang berstatus Awas meliputi:  

​Kabupaten Bekasi  

​Kabupaten Cirebon  

​Kabupaten Garut  

​Kabupaten Indramayu  

​Kabupaten Karawang  

​Kota Bekasi  

​Kabupaten Kuningan  

​Kabupaten Majalengka  

​Kabupaten Subang  

​Kabupaten Sukabumi  

​Kabupaten Sumedang  

​Kota Cirebon  

​2. Status SIAGA (Oranye)

Kategori Siaga berlaku untuk daerah yang berpotensi mengalami penurunan curah hujan signifikan, di antaranya:  

​Kabupaten Ciamis  

​Kabupaten Pangandaran  

​Kabupaten Tasikmalaya  

​3. Status WASPADA (Kuning)

Sementara itu, wilayah yang masuk dalam tingkatan Waspada adalah:  

​Kabupaten Purwakarta  

​Adapun daerah lain yang ditandai dengan warna hijau pada peta prakiraan dinyatakan berada pada kategori Tidak Ada Peringatan.  

​BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah terdampak untuk bijak menggunakan air bersih serta mengantisipasi potensi bahaya kebakaran lahan dan penurunan hasil panen selama awal Oktober 2026.


Editor : Firda Rachmawati