Kekeringan di 10 Kecamatan, Puluhan Ribu Warga Kota Tasikmalaya Andalkan Bantuan Air

Krisis air bersih di Kota Tasikmalaya terus meluas. BPBD Kota Tasikmalaya mencatat sebanyak 40 dari total 69 kelurahan terdampak kekeringan.

Kekeringan di 10 Kecamatan, Puluhan Ribu Warga Kota Tasikmalaya Andalkan Bantuan Air
Petugas BPBD Kota Tasikmalaya saat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Krisis air bersih di Kota Tasikmalaya terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya mencatat sebanyak 40 dari total 69 kelurahan terdampak kekeringan.

Dampak kekeringan tersebut tersebar di seluruh 10 kecamatan di Kota Tasikmalaya. Kondisi ini membuat kebutuhan air bersih warga meningkat dan mendorong BPBD terus melakukan distribusi ke sejumlah wilayah terdampak.

Kepala BPBD Kota Tasikmalaya Budi Martanova mengatakan, berdasarkan data terakhir hingga 20 September 2026 pukul 00.00 WIB, distribusi air bersih telah menjangkau 20.601 kepala keluarga atau 65.947 jiwa.

“Dari 69 kelurahan, ada 40 kelurahan yang terdampak kekeringan. Kondisinya tersebar di seluruh kecamatan,” ujar Budi, Selasa (22/9/2026).

Hingga periode tersebut, BPBD telah menyalurkan 1.404.000 liter air bersih. Distribusi dilakukan sebanyak 313 rit dengan 157 titik pengiriman.

Sejumlah wilayah mencatat kebutuhan distribusi yang cukup tinggi. Di Kecamatan Kawalu, misalnya, sebanyak 77 rit air bersih telah dikirimkan ke 41 titik yang tersebar di delapan kelurahan.

Sementara di Kecamatan Purbaratu, distribusi mencapai 68 rit untuk memenuhi kebutuhan warga di enam kelurahan. Kelurahan Singkup menjadi salah satu wilayah dengan pengiriman terbanyak, yakni 29 rit, disusul Kelurahan Sukamenak sebanyak 18 rit.

Kebutuhan air bersih juga tinggi di Kecamatan Mangkubumi. BPBD mencatat 63 rit telah disalurkan ke tujuh kelurahan. Kelurahan Karikil menjadi wilayah dengan distribusi terbanyak, yakni 28 rit untuk sembilan titik pengiriman.

Adapun di Kecamatan Tamansari, sebanyak 54 rit air bersih telah dikirimkan ke 29 titik. Dari jumlah tersebut, 32 rit disalurkan ke Kelurahan Setiawargi untuk memenuhi kebutuhan warga di 17 titik.

Budi mengatakan penanganan krisis air bersih tidak hanya dilakukan BPBD. Sejumlah lembaga, perusahaan, organisasi, dan komunitas turut membantu penyediaan maupun pendistribusian air kepada masyarakat.

“Dalam pendistribusian air bersih, BPBD berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta,” katanya.

Dengan terdampaknya 40 kelurahan di seluruh kecamatan, distribusi air bersih masih menjadi salah satu upaya BPBD untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kekeringan.


Editor : Doni Ramdhani