Disparbud Jabar Targetkan Pariwisata Berkualitas 2027, Serap Lapangan Kerja

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai merancang strategi besar sektor pariwisata dan kebudayaan untuk tahun 2027.

Disparbud Jabar Targetkan Pariwisata Berkualitas 2027, Serap Lapangan Kerja
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai merancang strategi besar sektor pariwisata dan kebudayaan untuk tahun 2027. (Dok InilahKoran)

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai merancang strategi besar sektor Pariwisata dan kebudayaan untuk tahun 2027.

Arah kebijakan ini tidak lagi sekadar mengejar lonjakan angka kunjungan wisatawan, tetapi memastikan dampaknya terasa langsung terhadap ekonomi kerakyatan dan produktivitas daerah.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Forum Perangkat Daerah yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, baru-baru ini.

Forum bertajuk “Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat sebagai Penggerak Ekonomi Kerakyatan dan Produktivitas Daerah Tahun 2027” itu menjadi ruang sinkronisasi arah kebijakan menuju penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Kepala Disparbud Jabar, Iendra Sofyan, mengatakan capaian pertumbuhan sektor Pariwisata serta peningkatan jumlah kunjungan wisatawan nusantara sepanjang 2025 menjadi pijakan strategis dalam merumuskan kebijakan ke depan.

Meski demikian, dia mengingatkan agar pembangunan Pariwisata tidak hanya berorientasi pada kuantitas.

“Kita harus memastikan Pariwisata Jawa Barat tumbuh dengan kualitas, bukan hanya kuantitas. Citra daerah harus dijaga, keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas, dan digitalisasi harus menjadi bagian dari tata kelola kita,” ujarnya.

Dia menekankan, penguatan digitalisasi menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing destinasi, sekaligus memperkuat sistem promosi, pelayanan, dan pengelolaan data sektor Pariwisata.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman, menyebut forum tersebut sebagai momentum penting untuk menyelaraskan kebijakan lintas sektor agar Pariwisata benar-benar berfungsi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi daerah.

“Sektor Pariwisata dan budaya juga berperan sebagai lokomotif ekonomi untuk mendorong perluasan lapangan kerja secara masif. Untuk itu, pengambilan keputusan harus didukung data yang akurat melalui sinergi berbagai pihak,” katanya.

Menurut Herman, target peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara harus disusun secara terukur dan realistis, berbasis data serta kesiapan destinasi.

“Kita ingin mengejar kembali peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara dengan target yang terukur. Kita harus menguasai persoalan, memiliki kemampuan problem solving, serta memegang prinsip Nerus Bumi, Napak Mega, Napak Sanca, tidak hanya memahami teori, tetapi menjalankannya secara membumi,” tambahnya. ***


Editor : Gin gin T Ginulur